Lampu Fototerapi untuk Tangani Bayi Kuning

Lampu Fototerapi untuk Tangani Bayi Kuning

- detikHealth
Jumat, 31 Okt 2014 12:21 WIB
Lampu Fototerapi untuk Tangani Bayi Kuning
Jakarta - Kasus bayi kuning sangat lahir beberapa kali ditemukan. Warna kuning pada bayi antara lain dikarenakan kadar pigmen yang bernama bilirubin mengalami ketidak cocokan golongan darah dan rhesus antara ibu dengan bayinya. Nah, lampu fototerapi bisa digunakan untuk menangani bayi yang lahir kuning.

Warna kuning pada bayi juga bisa dikarenakan fungsi organ hati bayi yang belum bekerja secara maksimal. Penyakit kuning (Ikterus) sendiri merupakan bentuk fisiologik dan patologik. Di mana sifat patologik dikenal sebagai hiperbilirubinemia inilah yang dapat mengakibatkan gangguan saraf pusat atau kematian.

Jika kadar bilirubin bayi tinggi maka dapat melakukan fototerapi yang dilengkapi sinar bluelight. Dengan melakukan proses penyinaran tersebut maka sirkulasi perpindahan bilirubin pada darah akan membuatnya lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lampu fototerapi ini biasanya dipakai untuk bayi kuning. Dokter bilang penyakit kuning karena mereka meiliki bilirubin yang tinggi sehingga membutuhkan sinar bluelight ini," ujar Guru Besar Teknik Mesin Universitas Indonesia, Prof Dr Ir Raldi Artono Koestoer, DEA kepada detikHealth dan ditulis pada Jumat (31/10/2014).

Pada saat menggunakan fototerapi tersebut bayi diharuskan dalam keadaan telanjang dan di tempatkan pada sebuah tempat yang kemudian dilakukan penyinaran. Pada saat melakukan penyinaran mata bayi akan ditutup dengan penutup berwarna gelap agar sinar biru tersebut tidak langsung menerpa matanya.

"Ini digunakan dengan inkubator karena prinsipnya alat terapi kulit ini si bayi harus dalam keadaan telanjang. Pakai diaper atau apa gitu. Supaya nggak kedinginan maka di taruh di inkubator. Nah sinar biru ini bisa menembus lapisan transparan atau akrilik sehingga sinar bluelite bisa sampai menyentuh kulit bayi kuning," ucap Prof Raldi.

Namun bila bilirubin sudah masuk pada tahap membahayakan, sebaiknya bayi segera melakukan transfusi darah dengan kadar tertentu yang sebelumnya telah dilakukan uji silang.

Bila bilirubin tidak terlalu tinggi, pemberian air susu ibu (ASI) sesering mungkin akan sangat membantu memperlancar proses perpindahan bilirubin ke sel hati bayi. Selain itu ada baiknya untuk menjemur bayi sekitar 15-30 menit pada pukul 07.00 – 09.00 pagi agar bayi hangat.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads