Studi terbaru dari Brigham Young University di Utah, bayi kemungkinan besar mengingat sesuatu jika ada emosi positif yang mengiringinya. Peneliti berasumsi, informasi yang didapat bayi jika disampaikan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang akan mudah diingat oleh mereka.
"Selama ini orang-orang mempelajari perbedaan emosi pada memori bayi. Kali ini kami berusaha mempelajari bagaimana emosi memengaruhi ingatan bayi," kata ketua peneliti Prof Ross Flom dalam laporannya di jurnal Infant Behaviour and Development, dikutip pada Sabtu (29/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulanya, bayi-bayi duduk menyaksikan panel layar datar. Kemudian mereka diberi tayangan seseorang berbicara di layar dengan ekspresi bahagia, netral, dan marah sembari memperlihatkan aneka bentuk geometris.
"Untuk mengetes memori bayi, kami lakukan tes 5 menit setelahnya dan sehari kemudian. Bayi-bayi itu kami beri bentuk dua dimensi, satu bentuk baru dan satu lagi bentuk lama yang digunakan sebelumnya. Kemudian, kami catat berapa lama bayi menatap masing-masing benda itu," terang Prof Flom.
Hasilnya, bayi lebih mengingat bentuk geometris yang diinformasikan kepadanya dengan emosi positif. Menurut Prof Flom, emosi positif meningkatkan perhatian dan keinginan bayi untuk mengenal sesuatu sehingga di tes berikutnya bayi lebih mengingat bentuk yang diberikan dengan nada positif.
"Hal ini penting untuk mengingat jika kita ingin mengajari anak sedini mungkin tentang suatu hal. Sampaikanlah dengan emosi positif, lembut, dan penuh kasih sayang. Sebab, terbukti bukan bahwa dengan cara seperti itu mereka akan lebih mengingat apa yang diajarkan oleh orang di sekitarnya," pungkas Prof Flom.











































