ADVERTISEMENT

Senin, 08 Des 2014 19:05 WIB

Menjemur Bayi Kuning untuk Turunkan Kadar Bilirubin, Efektifkah?

- detikHealth
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Menjemur bayi yang baru lahir kerap dilakukan para ibu yang umumnya bertujuan untuk membuat bayi tidak kuning. Nah, jika ingin menjemur si kecil, apa yang sebaiknya diperhatikan oleh ibu?

"Sebenarnya menjemur bayi boleh dilakukan asal dilakukan pada jam tertentu misalnya di bawah pukul 8 pagi dan di atas jam 3 atau 4 sore selama 10-15 menit saja per hari. Hal ini dilakukan bukan untuk mengurangi kadar bilirubin, tapi sebagai asupan vitamin D yang baik untuk tulang," ucap dr Daulika Yusna, SpA kepada detikHealth usai seminar 'Mengenali Masalah Selama Hamil dan Perawatan Bayi Baru Lahir' dan ditulis pada Senin (8/12/2014).

dr Daulika menyatakan terdapat banyak penelitian yang menyebutkan bahwa paparan sinar matahari tidak terbukti dan tidak efektif mengurangi kadar bilirubin. Ia menambahkan, pada kondisi tertentu, anak dengan kadar bilirubin terlalu tinggi atau bayi kuning harus diberi terapi sinar. Lama perawatan selama diterapi sinar pun tergantung tingginya kadar bilirubin dan penyebabnya.

Dikatakan dr Daulika, faktor penyebab yang paling sering menyebabkan bayi kuning ialah faktor fisiologis. Dalam artian, anak yang baru lahir dan kuning sebagian besar disebabkan fungsi hatinya yang belum matang. Apalagi, sel darah merah pada bayi yang lebih cepat lahir biasanya lebih cepat mengami pemecahan atau lease. Usus mereka pun belum bekerja maksimal pada minggu-minggu pertama.

Bisa juga karena faktor patologis di mana ada sesuatu yang tidak normal. Misalnya bayi tersebut ada penyakit di mana terdapat ketidakcocokan golongan darah antara Ibu dengan bayi serta ada kelainan dalam sel darah merah dan enzim G6PD. Pada dasarnya, bilirubin memiliki 2 jenis yang meliputi bilirubin indirect dan bilirubin direct. Bilirubin indirect merupakan bilirubin yang larut dalam lemak, sedangkan bilirubin direct larut dalam air. Perbedaannya terdapat di dalam metabolisme dalam tubuh,

"Kalau bayi kuning biasanya merupakan bilirubin indirect. Jika kadar bilirubin indirectnya tinggi banget di dalam darah, itu bisa melewati sawar darah otak karena larut dalam otak dan bisa berbahaya. Kalau hal itu terjadi akan mengakibatkan kejang dan bayi bisa cacat," ucap dr Daulika.

Tingginya kadar bilirubin juga tergantung pada kondisi, usia, berat badan, dan apakah bayi tersebut lahir prematur atau tepat waktu. Untuk menurunkan kadar bilirubin, umumnya dilakukan terapi sinar sebagai penanganan pertama dan transfusi tukar. Sementara itu, American Association Pediatric (AAP) merekomendasikan bayi usia 0-6 bulan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

Meskipun, beberapa ahli menyatakan paparan sinar matahari bermanfaat untuk metabolisme vitamin D pada bayi usia 6 bulan ke atas, supaya metabolisme tubuh membentuk vitamin D secara mandiri. Jika ibu ingin menjemur si kecil, tubuh bayi diperbolehkan untuk dibolak-balik perlahan tetapi bagian mata harus ditutup agar tidak terkena sinar secara langsung. Maka dari itu, dr Daulika menyarankan untuk menjemur bayi di balik pelindung seperti kaca jendela agar tidak terkena udara luar, misalnya debu, angin, dan radiasi matahari.

(rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT