Selasa, 09 Des 2014 17:45 WIB

Teknologi Makin Maju, Kelainan Bisa Dideteksi Sejak Janin di Kandungan

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di dunia, tidak ada seorang ibu pun yang menginginkan buah hatinya lahir dengan kelainan. Biasanya, yang diharapkan orang tua ialah anak yang sehat dan dapat menjadi generasi penerus yang berkualitas. Namun, sayangnya tidak semua ibu mengalami keberuntungan mendapatkan kehamilan yang ideal.

Dikatakan dr Gde Suardana, SpOG, seorang ibu harus memiliki akses perawatan dan persalinan yang mudah agar dapat 'mencetak' bayi yang sehat dan berkualitas. FIGO, organisasi perkumpulan dokter kandungan di seluruh dunia juga mengatakan, bahwa sebuah kehamilan harus menghasilkan ibu dan bayi yang sehat.

Untuk terciptanya deteksi dini mengenai kehamilan yang mengalami kelainan, menurut dr Gde hal itu harus dilakukan di RS yang memiliki ilmu kesehatan kandungan yang modern. "Di tempat itu harus ada sarana dan kemajuan medis misalnya dokternya lengkap dan fasilitas keperawatan medisnya juga mendukung. Misalnya bayi lahir dengan kelainan jantung, yang air ketubannya banyak, air-arinya di bawah. Di sana harus ada dokter yang sudah siap melakukan hal itu, termasuk tim dokter anak yang khusus mempelajari tentang kelainan itu, terutama tentang bayi-bayi yang lahirnya sangat kecil," ucap dr Gde di RSAB Harapan Kita, ditulis pada Selasa (9/12/2014).

Alat-alat penunjang diagnostik seperti USG, Cardio Graphy, dan sarana lainnya juga perlu agar kelainan pada janin dapat dideteksi. dr Gde mengatakan, di RS Harapan Kita memiliki Birth Defect Integrated Center (BIDIC) yang merupakan pusat penanganan bayi-bayi yang mengalami kelainan. Ada tim yang terintegrasi untuk menangani hal tersebut.

"Tim tersebut mampu melakukan terapi ketika bayi masih di dalam janin sejak masih di dalam kandungan, misalnya ketika ibu hamil yang air ketubannya sedikit di dalam kandungan. Pada beberapa kasus akan dipertimbangkan untuk menambahkan air ketuban ke dalam kandungan. Beberapa kasus lainnya juga akan dilakukan tindakan infasif lain ketika bayinya masih di dalam kandungan untuk supaya bayinya bisa sehat saat lahir nanti," imbuh dr Gde.

Nutrisi pada ibu hamil umumnya sangat dijaga agar ibu dan bayinya sehat. dr Gde mengatakan, tidak ada makanan yang pantang dimakan saat ibu hamil. Prinsipnya ialah ibu memakan makanan yang sehat, berimbang dan bergizi. Menurutnya, tempat persalinan yang ideal sangat penting, yaitu tempat yang bisa melakukan observasi atau pengamatan selama persalinan dan siap melakukan persalinan baik lahir secara alamiah, spontan, ataupun operasi.

Pemeriksaan USG juga sangat penting untuk ibu-ibu hamil. "Yang terpenting ialah kontrol yang berkualitas dan berkuantitas. Jadi kalau rumah sakitnya bagus, kalau konsultasinya tidak rutin bisa juga kecolongan, sebaliknya jika sarana yang dimiliki rumah sakit atau tempat untuk mengontrol kurang baik maka tetap saja tidak dapat mendeteksi kelainan," papar dr Gde.

Di RS Harapan Kita juga ada persalinan yang tidak menyebabkan nyeri saat ibu sedang melahirkan. "Para ibu-ibu yang sering ketakutan ketika persalinan normal, kami disini memiliki dokter dokter anastesi dan dokter bius dimana ketika persalinan, ibu tidak akan merasakan sakit. Kalau ada yang melahirkan sambil senyum-senyum di sini tempatnya," ujar dr Gde.

Sementara bagi pasangan suami istri yang kurang beruntung karena tidak memiliki anak, di Klinik Melati RS Harapan Kita terdapat klinis bayi tabung yang dapat membuat bayi tabung. Klinik ini sudah ada di RS Harapan Kita selama 25 tahun.



(vit/vit)