Meski Sedang Kebanjiran, Jangan Pernah Abaikan Standar Pemberian Makan Bayi

Meski Sedang Kebanjiran, Jangan Pernah Abaikan Standar Pemberian Makan Bayi

- detikHealth
Rabu, 10 Des 2014 17:15 WIB
Meski Sedang Kebanjiran, Jangan Pernah Abaikan Standar Pemberian Makan Bayi
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di musim penghujan seperti saat ini, banjir rentan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Ketika korban banjir tinggal sementara di pengungsian, ada hal yang patut diperhatikan khususnya bagi bayi di bawah 2 tahun yakni pemberian ASI dan juga MP-ASI.

Seperti penuturan dr Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC selaku Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), menyusui dan pemberian MP-ASI berkualitas adalah usaha penyelamatan nyawa bayi dalam kondisi darurat termasuk ketika ada bencana.

"Kita berusaha membantu ibu agar tetap menyusui, memberi MP-ASI berkualitas dan tidak tergantung pada pabrikan supaya bayi tidak terancam penyakit saat bencana," kata dr Wi, ditemui di Hotel Cipta 2, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan dr Wi, kontaminasi sangat mungkin terjadi di kondisi kesulitan sumber air bersih, bahan bakar, dan akses layanan kesehatan. Misalnya, saat terjadi gempa bumi Yogyakarta tahun 2006, angka kejadian diare meningkat lebih dari 2 kali lipat pada bayi yang mendapat donasi susu formula.

Berangkat dari fenomena tersebut, pasca bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten bersama UNICEF dan SELASI melakukan peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan konselor menyusui dan juga pelatihan para kader sebagai motivator ASI. Selain itu, dilakukan pula inisiasi peraturan dan implementasi kebijakan lokal yang secara konsisten melindungi, mempromosikan dan mendukung kegiatan menyusui.

"Pada tahun 2010 ketika terjadi erupsi Gunung Merapi, tidak lagi ditemukan kasus bayi diare di kabupaten Klaten selama masa pengungsian. Berarti kan memang penting untuk menjamin ibu tetap memberi ASI dan bayi mendapat MP-ASI yang berkualitas untuk menekan risiko anak terkena penyakit saat terjadi bencana," papar dr Wi.

Maka dari itu, dr Wi berharap ketika terjadi bencana, bantuan berupa donasi susu formula atau makanan bayi instan bisa dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan setempat. Donasi berupa apron untuk menutupi payudara ibu ketika menyusui juga bisa membantu lancarnya pemberian ASI pada anak saat bencana.

"Kalau ibu sudah biasa bikin MP-ASI di rumah, kita usahakan lewat dapur umum yang biasanya dikoordinir oleh organisasi supaya bisa memfasilitasi tersedianya MP-ASI. Kalau ada sumbangan makanan atau camilan buat ibu supaya lebih happy, juga dengan adanya dukungan dari masyarakat atau motivator kan ASI-nya bisa tetap lancar keluar," pungkas dr Wi.

(rdn/up)

Berita Terkait