Tanda Seperti Memar di Kulit Bayi Baru Lahir, Apa Sebabnya?

Kulit Bayi Baru Lahir

Tanda Seperti Memar di Kulit Bayi Baru Lahir, Apa Sebabnya?

- detikHealth
Jumat, 19 Des 2014 12:17 WIB
Tanda Seperti Memar di Kulit Bayi Baru Lahir, Apa Sebabnya?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Beberapa bayi lahir dengan memiliki tanda lahir. Tanda lahir tersebut biasanya berwarna kebiruan, agak mirip dengan bekas memar. Apakah ini tandanya bayi mengalami trauma ketika dilahirkan?

dr Rini Sekartini, SpA(K), konsultan tumbuh kembang dari RSCM mengatakan bahwa bercak kebiruan yang ada pada bayi baru lahir bukan berarti bayi terbentur lalu memar. Bercak tanda lahir tersebut merupakan hasil hiperpigmentasi yang terjadi pada bayi.

"Itu ada hiperpigmentasi di daerah sekitarnya. Ya misalnya tanda lahir ada di bokong ya itu hiperpigmentasinya di situ. Tidak berbahaya," tutur dr Rini, ditemui di Hongkong Cafe, Jl Sunda, Menteng dan ditulis Jumat (19/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan dr Rini bahwa bercak kebiruan atau kemerahan di tubuh bayi tidak berbahaya. Bercak tersebut memang sulit hilang, namun akan semakin menipis seiring dengan bertambah besarnya bayi tersebut.

"Kan semakin bertumbuh bayinya,semakin melebar kulitnya, nantinya memang bercak itu makin besar tapi makin tipis," tuturnya lagi.

Tidak ada cara khusus yang dapat dilakukan untuk menghilangkan tanda lahir ini. Karena adanya konsentrasi pigmen di tempat tersebut, operasi kosmetik seperti laser tidak akan banyak berpengaruh.

Akan tetapi, dr Rini mengingatkan bahwa ada beberapa kondisi khusus di mana tanda lahir bayi bisa menjadi indikasi penyakit. Menurutnya bercak yang normal adalah yang berwarna kemerahan atau kebiruan.

Jika bercak pada tubuh bayi berwarna kecokelatan, menonjol dan ada di beberapa tempat, patut dicurigai bahwa bayi sedang mengalami gangguan saraf, atau yang disebut sebagai neurofibromatosis. Jika ini terjadi, dr Rini mengatakan bahwa orang tua secepatnya harus membawa anak ke dokter.

"Gangguan saraf ini jika dibiarkan bisa mengganggu tumbuh kembang ya. Bisa mempengaruhi otak, penglihatan dan pendengaran. Harus ditangani dokter," tandasnya.

(mrs/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads