Enggan Tinggalkan Bayi dengan Sindroma Down, Pria Ini Dicerai Istrinya

Enggan Tinggalkan Bayi dengan Sindroma Down, Pria Ini Dicerai Istrinya

- detikHealth
Selasa, 10 Feb 2015 10:05 WIB
Enggan Tinggalkan Bayi dengan Sindroma Down, Pria Ini Dicerai Istrinya
Leo Forrest (Foto: GoFundMe)
Jakarta -

Bukannya bahagia melihat anak pertama mereka lahir, pasangan ini justru terbentur prahara. Bagaimana tidak, sang istri merasa malu karena bayi mereka lahir dalam keadaan sindroma down.

Sejak si bayi lahir ke dunia pada tanggal 21 Januari lalu, Ruzan Badalyan menolak untuk mengakui anaknya yang berjenis kelamin laki-laki itu. Ia bahkan tak mau memegang si bayi, padahal bayi yang baru lahir tentu membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari sang ibu.

Yang lebih mengherankan lagi, tim dokter di rumah sakit yang menangani persalinannya justru mengatakan Ruzan tak harus merawat si kecil dan ia bisa menempatkan bayinya di panti asuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa mereka bersikap seperti ini? Tidak banyak yang tahu jika ternyata di negara asal Ruzan, Armenia, bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayinya dianggap aib oleh masyarakat. Itulah mengapa sesaat setelah mengetahui bayinya terkena sindroma down, Ruzan tak mau menyentuh apalagi menggendong buah cintanya dengan sang suami, Samuel Forrest. Tak terkecuali keluarganya.

Baca juga: Meski Idap Down Syndrome, Holeve Tak Menyerah Menjadi Petarung

Namun Samuel yang tak tahu apa-apa kebingungan karena ia tak diperkenankan segera masuk dan melihat putranya atau sang istri. Lantas ia diberitahu bahwa putranya mengalami sindroma down.

"Ketika mereka meminta saya masuk ke sebuah ruangan untuk melihat bayi saya, saya tentu mengatakan bayi saya tampan dan sempurna. Tak pernah terlintas di pikiran saya bahwa saya akan meninggalkannya," kata Samuel, seperti dikutip dari Metro.co.uk, Selasa (10/2/2015).

Yang lebih aneh lagi, dokter juga mengatakan ia tak perlu membawa putranya pulang. "Ternyata diam-diam istri saya sudah memutuskan untuk meninggalkan bayi kami, tentu saja saya menolak. Saya menerimanya apa adanya," tegasnya.

Dan karena Samuel memilih untuk membela Leo, seminggu kemudian Ruzan pun menggugat cerai Samuel. Tak lagi tinggal serumah, giliran Samuel yang harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri dan sang bayi. Ia memutuskan bekerja paruh waktu.

Di samping itu ia memanfaatkan laman GoFundMe untuk mengumpulkan bantuan dana agar ia dapat meninggalkan Armenia secepatnya dan pulang ke rumahnya di Selandia Baru.

Dan usaha ini tak sia-sia. Lewat laman yang diberi judul 'Bring Home Leo', Samuel berhasil mengumpulkan sumbangan lebih dari 200.000 dollar AS (sekitar Rp 2.5 miliar) hanya dalam waktu 24 jam. "Anak saya sangat beruntung karena mendapat dukungan dari ribuan teman di penjuru dunia," kata Samuel haru.

Dengan uang itu, Samuel berencana untuk mencari tempat tinggal yang layak di kota asalnya, Auckland dan memenuhi segala kebutuhan Leo, termasuk pendidikan khusus untuk anak sepertinya. Sisanya akan ia sumbangkan ke satu-satunya panti asuhan di Armenia yang menampung bayi-bayi dengan sindroma down, begitu juga organisasi serupa yang membantu anak-anak berkebutuhan khusus seperti putranya.

Baca juga: Ibu Tangguh yang Punya 3 Anak Istimewa: Asperger, Down Syndrome dan Autis

(lil/up)

Berita Terkait