Kisah berawal saat Jeff mengantar Jordan untuk memeriksakan kandungannya yang telah memasuki usia 22 minggu. Namun betapa terkejutnya mereka ketika dokter mengaku tak dapat menemukan kandung kemih calon bayi mereka dalam rekaman sonogramnya.
48 Jam kemudian Jeff dan Jordan diberitahu bahwa calon bayi mereka akan terlahir dalam keadaan cacat. Akan tetapi ini bukan cacat biasa, sebab sang buah hati mengalami apa yang disebut dengan 'bladder exstrophy' (BE), di mana dinding kandung kemihnya tak terbentuk sempurna serta berada di luar tubuh.
Kondisi ini teramat langka, karena hanya terjadi pada 1 dari 40.000 kelahiran. Baik Jeff maupun Jordan tak pernah mendengar ada cacat lahir semacam ini. Beruntung kakak ipar Jordan adalah salah satu staf penting di Texas Children's Hospital. Rumah sakit ini baru saja merekrut pakar perbaikan 'bladder exstrophy' yang paling terkenal di Amerika, Dr Patricio Gargollo.
Oleh sang kakak ipar, Jordan lantas diarahkan untuk berkonsultasi langsung dengan Dr Gargollo. "Walaupun hanya bisa diketahui setelah lahir, bukan berarti bayi yang lahir dengan BE selalu berakhir buruk. Sebab kondisi saluran kencing yang abnormal semacam ini sangat bisa diperbaiki," tegas Dr Gargollo kepada Foxnews dan dikutip Senin (18/5/2015).
Akhirnya bayi Jordan dan Jeff lahir secara normal, kendati kandung kemihnya berada di luar tubuhnya. Bayi mereka berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Lila. Hal pertama yang disarankan Dr Gargollo adalah menghindari penggunaan popok agar organ pembuangan si kecil tetap bersih dan tidak lecet karena tergores popok.
Baca juga: Bayi Keluarkan Cairan Mirip Keputihan di Alat Kelamin, Normal atau Tidak?
Empat hari setelahnya, Lila dibawa ke Texas Children's Hospital di mana Dr Gargollo melakukan tindakan operasi. Prosedur ini dibagi menjadi tiga bagian: pertama, kandung kemih dan alat kemaluan si bayi dibentuk ulang. Kedua, tulang selangkangannya lantas dipotong menjadi dua, untuk menggantikan kandung kemih.
Terakhir, tulang selangkangan tadi disatukan sehingga kandung kemih dan organ reproduksi Lila tergabung menjadi satu dan menutup kembali.
Setelah beberapa minggu, Lila akhirnya diperbolehkan pulang, meski masih harus dipasangi gips dari pinggul hingga ke pergelangan kakinya untuk mempercepat pemulihan tulang selangkangannya. Nantinya perkembangan Lila akan terus diawasi, dan jika diperlukan sejumlah operasi kecil akan dilakukan untuk menyempurnakan kondisinya.
Dr Gargollo menjelaskan kesehatan ginjal merupakan hal yang perlu diperhatikan pada bayi yang lahir dengan BE. Sebab kandung kemih biasanya terisi dengan urine yang kemudian akan dibuang, tetapi pada pasien BE, urine-nya tidak terbuang atau bahkan kembali ke ginjal sehingga bisa memicu infeksi atau bahkan kerusakan parah pada ginjal.
"Masalah lainnya terletak pada apakah si bayi bisa mengendalikan keluarnya urine atau tidak, sehingga sedari awal orang tua diminta mengajari bagaimana cara buang air yang benar berbarengan dengan mengajari mereka caranya berjalan, bicara atau melompat," urainya.
Beruntung ginjal Lila tetap sehat dan hasil operasi pada tubuhnya pulih dengan baik. "Sepanjang ginjalnya sehat, segalanya masih bisa diperbaiki kembali. Yang pasti karena kondisi ini kronis, Lila butuh pengawasan jangka panjang," tambahnya.
Jeff dan Jordan pun terharu dengan dedikasi Dr Gargollo dalam membantu putri mereka. Keduanya bahkan menemukan sebuah grup di Facebook yang berisi para orang tua dengan anak yang terlahir dalam keadaan BE, dan mendapat dukungan sepenuhnya dari mereka.
Baca juga: Kenali Ciri Hipospadia, Kondisi yang Bikin Penis Bayi Seperti Sudah Disunat
(Rahma Lilahi Sativa/Nurvita Indarini)











































