American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan dalam beberapa tahun terakhir peneliti menemukan manfaat dari menunda pemotongan tali pusar. Manfaat yang signifikan dari menunda pemotongan tali pusar adalah bayi menerima hemoglobin yang mengantarkan zat besi dan oksigen ke tubuh, otot, dan organ.
Faktanya, Cochrane menemukan bahwa penundaan bisa dihubungkan dengan berat yang lebih tinggi, konsentrasi hemoglobin, dan peningkatan zat besi hingga usia enam bulan yang dapat mencegah anemia. "Bayi akan menerima setengah zat besi dan sel darah yang kaya yang tertinggal di plasenta," ujarnya dan dikutip dari Fox News pada Senin (25/5/2015).
Baca juga: Pusar Bayi yang Baru Puput Berair? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Menunda pemotongan tali pusar juga meningkatkan kapasitas antioksidan dan mengurangi peradangan selama persalinan yang dapat meningkatkan perkembangan bayi dalam beberapa hari setelah kelahiran. Meskipun ACOG mengatakan bahwa belum ada kejelasan dari waktu yang terbaik untuk menunggu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan satu hingga tiga menit.
"Menunggu lebih bermanfaat, bahkan bayi akan mendapatkan jumlah volume darah yang tinggi dalam satu menit," ucap Jenna LoGiudice, PhD, perawat dan asisten profesor di FairField University's School School of Nursing. Selain itu, penundaan pemotongan tali pusar direkomendasikan bagi bayi prematur.
Alasan lain wanita memutuskan untuk menunda adalah ia ingin tetap merasakan ikatan dengan bayinya. "Wanita ingin tetap merasakan koneksi dengan sang bayi dan tidak ingin itu berakhir," ujar dr Sheryl Ross, ahli kesehatan wanita di Providence Saint John's Health Center in Santa Monica.
Namun ada beberapa situasi hal ini tidak bisa dilakukan. Misalnya jika sang ibu memiliki risiko perdarahan postpartum. Penundaan pemotongan tali pusar juga bisa meningkatkan risiko pendarahan termasuk infeksi, kelainan plasenta, dan penurunan detak jantung bayi. "Apalagi sekitar 70 persen wanita menderita kekurangan darah selama hamil, sehingga menunggu untuk mentransfer darah ke bayi bukanlah ide yang tepat," imbuh Ross.
Baca juga: 5 Fakta MSUD, Penyakit Langka yang Menyerang Bayi Kembar Alisya-Syafina
(Ajeng Anastasia Kinanti/AN Uyung Pramudiarja)











































