Risiko Bayi Mati Mendadak Lebih Tinggi di Daerah Pegunungan

Risiko Bayi Mati Mendadak Lebih Tinggi di Daerah Pegunungan

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Selasa, 26 Mei 2015 13:34 WIB
Risiko Bayi Mati Mendadak Lebih Tinggi di Daerah Pegunungan
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Colorado - Sebagian besar kasus kematian bayi secara mendadak diakibatkan oleh kesalahan dalam posisi tidur mereka. Namun penelitian terbaru menemukan, tempat tinggal juga dapat memicu risiko serupa, apalagi pada bayi yang tinggal di daerah ketinggian.

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap 400.000 bayi yang lahir antara tahun 2007-2012 ditemukan bahwa bayi yang keluarganya tinggal di ketinggian lebih dari 8.000 kaki mempunyai risiko kematian bayi mendadak atau biasa disebut suddent infant death syndrome (SIDS) dua kali lebih besar daripada bayi yang tinggal di ketinggian kurang dari 6.000 kaki.

Baca juga: Ini Dia Tempat Paling Berbahaya untuk Menidurkan si Kecil
 
Diduga tipisnya udara di daerah ketinggian menjadi penyebab utama munculnya risiko tersebut. Kendati begitu, menurut penghitungan peneliti mereka hanya menemukan bahwa hanya akan ada 0,8 kematian bayi akibat SIDS untuk tiap 1.000 bayi yang tinggal di ketinggian. Artinya masih sangat langka.

"Inilah yang masih harus kami dalami," tandas ketua tim peneliti, Dr David Katz dari University of Colorado, seperti dikutip dari jurnal Pediatrics, Selasa (26/5/2015).

Lagipula Katz meyakinkan bahwa di Amerika sendiri sendiri, hanya sedikit orang yang tinggal di daerah dengan ketinggian lebih dari 8.000 kaki. Bahkan di negara bagian yang memiliki pegunungan seperti Colorado, ia mencatat paling-paling hanya ditinggali oleh 2 persen manusia.

Namun Dr Marcel Deray, dokter saraf anak dari Nicklaus Children's Hospital, Miami sepakat dengan penyebab munculnya risiko SIDS pada bayi yang tinggal di daerah ketinggian. Secara biologis, ini masuk akal. Normalnya, orang yang kekurangan asupan oksigen akan mengalami gangguan pada sistem yang mengaitkan antara otak dengan pola tidurnya.

"Di sana kan sudah hipoksia (rendahnya kadar oksigen), dan kondisi ini sendiri bisa memicu risiko SIDS pada bayi-bayi tertentu yang sebenarnya sudah rentan," imbuhnya.

Baca juga: 6 Cara Menghindari Kematian Bayi Mendadak

Sebelumnya dr Melisa Anggraeni, MBiomed, SpA memberikan tips kepada detikHealth untuk mencegah SIDS. Bayi sebaiknya ditidurkan dalam posisi telentang. "Apalagi jika usianya masih di bawah 3-4 bulan," terangnya.

Selain itu jangan tidurkan bayi di atas kasur yang terlalu empuk, yang penting permukaannya rata, sehingga bayi tidak akan kesulitan bernapas. Hindarkan juga dari penggunaan selimut tebal dan meletakkan mainan di kanan kiri bayi.

"Pastikan saja suhu udara cukup nyaman untuk bayi, tidak terlalu dingin atau terlalu panas," sambung dokter yang berpraktik di RS Siloam Lippo Cikarang tersebut.

(Rahma Lilahi Sativa/AN Uyung Pramudiarja)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads