Tiongkok Pertama Kali Pisahkan Bayi Dempet Pinggang dengan Printer 3D

Tiongkok Pertama Kali Pisahkan Bayi Dempet Pinggang dengan Printer 3D

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Jumat, 12 Jun 2015 17:04 WIB
Tiongkok Pertama Kali Pisahkan Bayi Dempet Pinggang dengan Printer 3D
(Foto: People's Daily Online)
Shanghai - Sebelumnya cetakan tiga dimensi atau lebih akrab disebut printer 3D hanya digunakan untuk membuat organ yang diperlukan dalam prosedur transplantasi. Namun dengan teknologi yang sama, Tiongkok berhasil menggelar operasi pemisahan bayi kembar siam.

Kedua bayi yang beruntung mendapatkan prosedur ini berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Ganzhou, Provinsi Jiangxi. Kedua bayi yang memiliki berat total 9,55 kg itu terlahir dalam keadaan dempet pinggang dan berbagi anus sepanjang 10 cm, namun saluran pencernaannya terpisah.

Orang tua mereka yang juga dirahasiakan identitasnya mengaku baru tahu jika kedua bayi mereka mengalami dempet. Namun dokter memutuskan untuk menunggu hingga usia si kembar mencapai tiga bulan, untuk kemudian melakukan operasi pemisahan.

Kini usia mereka telah memasuki 84 hari, oleh karena itu si kembar sudah dinyatakan siap dioperasi oleh tim dokter dari Children's Hospital of Fudan University. Rumah sakit ini telah berpengalaman melakukan operasi pemisahan pada kembar siam sejak tahun 2.000. Namun baru kali ini mereka menggunakan teknologi cetakan 3D.

Cetakan atau printer 3D ini dipakai untuk membuat model atau tiruan kedua bayi dalam ukuran yang sebenarnya, sehingga tim dokter dapat melakukan simulasi operasi dengan memanfaatkan model tersebut.

Baca juga: Separuh Kepalanya 'Cekung' karena Jatuh, Hu Dioperasi dengan Printer 3D

"Dengan model tiga dimensi, kami dapat lebih memahami struktur anatomi dari kedua bayi. Dan ini membantu kami memutuskan starting point dengan akurat," terang ahli bedah anak, Zheng Shan yang memimpin tim operasi seperti dikutip dari People's Daily Online, Jumat (12/6/2015).

Operasi akhirnya digelar pada 9 Juni lalu, dan menghabiskan waktu hingga lima jam lamanya. Zheng menjelaskan, dalam prosedur tersebut, hal-hal yang mereka lakukan mencakup pemisahan saluran pencernaan, kemudian melakukan rekonstruksi terhadap perenium yang terletak di dekat anus si bayi.

Mereka juga harus memisahkan sebagian sistem saraf, serta memperbaiki otot dan kulit yang rusak akibat tubuh keduanya yang menyatu. Karena tingkat kerumitannya yang tinggi itulah, tim dokter perlu melakukan simulasi sehingga kesalahan sekecil apapun dapat dihindari.

"Kami memastikan kemaluan keduanya komplit, begitu juga perineumnya, sehingga mereka tetap bisa melahirkan saat besar nanti," imbuhnya. Untuk tiga hari ke depan, keduanya masih harus menjalani perawatan intensif untuk memastikan tidak terjadi komplikasi.

Bagaimana dengan biayanya? Beruntung sebuah yayasan amal bernama The Angel Mummy Fund berjanji akan memberikan bantuan sebesar 200.000 yuan (sekitar Rp 428 juta).

Kembar siam seperti ini tergolong langka, karena hanya ditemukan pada satu dari tiap 200.000 kelahiran. Kembar dempet pinggang sendiri hanya sebanyak 18 persen, sebagian besar kembar siam yang ada merupakan dempet dada maupun perut.
 
Baca juga: Perusahaan Kosmetik Mulai Ciptakan Kulit Manusia dengan Printer 3D

(lll/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads