Rabu, 22 Jul 2015 11:38 WIB

Ini Akibatnya Jika Bayi Dibiarkan Menangis Terlalu Lama

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat bayi menangis, tak jarang muncul anggapan sesekali membiarkan ia menangis bisa 'menguatkan' jantung dan paru-parunya. Meskipun, kenyataannya tak seperti itu.

Seperti diungkapkan dr Hari Martono SpA dari RSPI-Pondok Indah, bayi menangis tidak boleh dibiarkan karena ada yang namanya Breath Holding Spell. Apa itu Breath Holding Spell?

"Kondisi ini di mana bayi menangis kejer sampai nafasnya tertahan cukup lama sehingga warna mukanya membiru, hal ini dapat berisiko anak mengalami kejang," terang dr Hari dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (22/7/2015).

dr Hari menegaskan, menangis yang dibiarkan tidak dapat membantu menguatkan jantung dan paru anak. Justru jika dibiarkan bisa menjadi fatal, selain tangis bayi semakin kencang dan kejer, juga dapat menyebabkan Breath Holding Spell.

Menurut dr Hari, menangis merupakan cara bayi berkomunikasi untuk mengutarakan keinginannya. Nah, bila didiamkan dikhawatirkan bayi akan tidak mempercayai orang tuanya sehingga hubungan orang tua dan anak menjadi tidak baik. Sehingga, bila anak mulai menangis orang tua harus segera merespons.

Baca juga: Otak sedang Berkembang, Wajar Jika Bayi Baru Lahir Rewel di Malam Hari

"Sebab bayi menangis itu bermacam-macam mulai dari bayi merasa lapar, badannya ada yang sakit atau karena faktor kesepian. Sebaiknya walaupun memang harus responsif ketika bayi menangis jangan langsung digendong, bisa saja bayi hanya merasa kesepian dan hanya butuh ditepuk-tepuk saja. Pada prinsipnya si ibu mulai memahami tangisan bayi itu biasanya setelah dua bulan," imbuh dr Hari.

Ia juga mengatakan, ada bayi yang menangis kencang dan tidak karena sejatinya kencangnya tangisan bayi tergantung dari temperamen si bayi itu sendiri. Sehingga, tangisan tiap anak memang bisa saja berbeda-beda.

Baca juga: Ketika Bayi Rewel karena Tak Bisa BAB, Begini Mengatasinya

(rdn/up)
News Feed