Dijelaskan oleh ahli perawatan intensif dan demam dr Paul Young dari Wellington, Selandia Baru, bahwa demam tak akan merusak otak bayi. Meski bayi kelihatannya terlalu rapuh untuk mengidap demam namun suhu tubuhnya tak akan melebihi batas toleransi.
Memang benar bahwa suhu di atas 41 derajat celcius (C) bisa merusak jaringan tubuh namun menurut dr Young jarang demam yang biasanya disebabkan oleh infeksi bisa menyebabkannya. Demam yang sangat tinggi bisa disebabkan dari kondisi seperti heatstroke atau efek samping obat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heatstroke bisa terjadi bila anak terpapar temperatur tinggi dalam jangka panjang tanpa asupan air yang cukup.
"Jika temperatur tubuh di atas 41 C, itu angka yang sangat tinggi dan Anda patut khawatir. Tapi jika demam karena respons infeksi, suhu tersebut sudah melebihi batas dari yang biasanya," kata dr Young seperti dikutip dari ABC Australia pada Selasa (13/10/2015).
Demam atas respons infeksi sebetulnya adalah cara tubuh untuk mempertahankan diri dari kuman penyerang. Bakteri dan virus sangat sensitif terhadap perubahan suhu oleh karena itu tubuh sengaja 'memanaskan' dirinya sebagai bentuk perlawanan.
"Tubuh Anda tidak akan membuat temperatur demam begitu tingginya sampai berbahaya. Itu malah jadi maladaptif," tutup dr Young.
Baca juga: Berlapis-lapis, Begini Cara Sistem Imun Lindungi Tubuh Sehari-hari (fds/up)











































