Meski popok bermerek biasanya memiliki daya serap cairan yang banyak, pada akhirnya popok akan penuh juga. Orang tua tak boleh terlena dan jarang mengganti popok karena bila demikian kulit bayi berisiko terkena iritasi.
Ahli konsultan perkembangan anak Dr dr Soedjatmiko, SpA(K), Msi, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan bahwa kandungan urea pada urine yang bocor keluar dari popok bila dibiarkan lama pada kulit dapat membuat iritasi. Kalau sudah demikian bayi tentu akan menjadi rewel dan tak nyaman tidurnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Urea itu menempel di kulit bikin merah, kalau dia nanti bergerak-gerak akan lecet nanti. Kalau sudah iritasi mesti dikasih krim segala macam. Jadi mahal lagi kan karena harus beli krim terus bayinya jadi rewel," kata dr Soedjatmiko pada acara temu media Pampers di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (11/11/2015).
"Paling penting sih ya begitu basah ganti, basah ganti, basah ganti," lanjutnya lagi.
Lalu bagaimana untuk tahu kalau popok sudah penuh? dr Soedjatmiko menjelaskan bahwa ada indikator yang bisa diperhatikan seperti warna popok yang sudah berubah atau tulisan pada popok yang menghilang.
Baca juga: Tak Semata Hilangkan Lelah, Tidur Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Bayi
(fds/up)











































