Baru-baru ini diketahui bayi laki-laku lebih rentan terkena hipoksia ensefalopati iskemik (HIE), cedera otak, daripada perempuan. Jenis cedera otak ini dapat mengganggu neurologis dalam jangka panjang, seperti ketidakmampuan dalam belajar.
"Maka dari itu untuk pengobatan yang dapat dilakukan setelah lahir harus dibedakan antara perempuan dan laki-laki. Kita perlu mendapatkan cara yang benar untuk mengembangkan terapi yang efektif," Kata Pelin Cengiz, pemimpin peneliti dari associate professor di University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, dikutip dari Indian Express, Minggu (14/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal eNeuro, para peneliti menunjukkan protein yang disebut reseptor estrogen (ER untuk jangka pendek) ditemukan pada dua kedua tikus jantan dan lebih rendah pada tikus betina. Dengan hasil tersebut, disimpulkan bahwa perlunya perlindungan yang kuat terhadap HIE untuk laki-laki.
Walaupun begitu, dalam keadaan normal jumlah ER pada otak tikus jantan dan betina sama.
Hipoxic ischemic encephalopathy (HIE) adalah suatu sindrom yang ditandai dengan adanya kelainan klinis dan laboratorium yang timbul karena adanya cedera pada otak yang akut yang disebabkan asfiksia. Walaupun telah banyak dicapai kemajuan teknologi di bidang teknologi monitoring dan patofisiologi perinatal asfiksia pada janin dan neonatus, HIE masih merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas jangka panjang.
HIE terutama di picu oleh keadaan hipoksik otak, iskemik oleh karena hipoksik sistemik dan penurunan aliran darah ke otak.
(vit/vit)











































