Tren yang belakangan mengalami peningkatan tersebut, diyakini bisa memberikan manfaat pada sistem imun si bayi. Cara ini dilakukan untuk memberikan paparan bakteri yang ada di jalan lahir seperti pada kelahiran normal.
"Harapannya adalah meningkatkan bakteri di usus, dan mengurangi risiko mengalami alergi dan obesitas," jelas para ilmuwan dalam sebuah laporan di British Medical Journal, dikutip dari Reuters, Rabu (24/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Inggris, permintaan vaginal seeding dilaporkan mengalami peningkatan. Namun demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa tren tersebut belum didukung bukti ilmiah yang cukup. Bahkan, dikhawatirkan ada risiko yang tersembunyi di belakangnya.
Bayi yang mendapatkan vaginal seeding berisiko mengalami infeksi akibat paparan kuman dari vagina. Asupan dari cairan vagina bisa saja membawa bakteri streptococcus, berbagai jenis bakteri penyebab chlamydia dan gonorrhea atau kencing nanah, sekalipun tidak menunjukkan gejala.
Terlebih lagi, tidak banyak bukti ilmiah yang membuktikan bahwa bayi yang dilkahirkan secara caesar punya komposisi bakteri yang berbeda dengan bayi yang dilahirkan secara normal. Butuh lebih banyak penelitian untuk membuktikan bahwa vaginal seeding memang memberikan manfaat seperti yang diharapkan.
Baca juga: Dibanding yang Terencana, Operasi Caesar Darurat Lebih Bermanfaat bagi Bayi (up/up)











































