Dengan latar belakang dari studi tersebut, tim ilmuwan yang sama baru-baru ini mengeluarkan hasil penelitian terbaru. Pemimpin studi Profesor Gideon Lack mengatakan efek 'kekebalan' dari paparan dini tersebut mampu bertahan bertahun-tahun.
Dalam laporan di New England Journal of Medicine, sebanyak 550 anak yang dinilai rentan untuk terkena alergi kacang ikut serta dalam tes. Partisipan yang saat itu berusia di bawah 11 bulan dibagi menjadi dua kelompok dengan satu kelompok mendapat paparan dini kacang dan kelompok lainnya tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya anak yang mendapat paparan kacang lebih sedikit terkena alergi dibandingkan anak yang tidak dan efek tersebut diperhatikan tetap ada bahkan setelah usia anak menginjak 6 tahun dan berhenti mengonsumsi kacang.
"Riset ini jelas menunjukkan bahwa mayoritas bayi terlindungi dan efek perlindungan tersebut awet," kata Prof Lack seperti dikutip dari BBC, Senin (7/3/2016).
Menurut Prof Lack studinya selain menampakkan solusi namun juga bisa jadi petunjuk mengapa saat ini semakin banyak anak terkena alergi. Kemungkinan karena orang tua takut anak alergi maka banyak bahan makanan dijauhkan, padahal hal ini malah bisa membuat anak tak membangun kekebalan.
"Saya percaya ketakutan terhadap alergi makanan telah menjadi ramalan yang kita penuhi sendiri. Karena bahan makanan dihindarkan dari diet sehari-hari, anak jadi gagal membentuk toleransi," tutup Prof Lack.
Baca juga: 5 Keluhan yang Menandakan Tubuh Punya Alergi (fds/vit)











































