Studi: Bukan Bayi yang Meniru Orang Dewasa, Tetapi Sebaliknya

Studi: Bukan Bayi yang Meniru Orang Dewasa, Tetapi Sebaliknya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 12 Mei 2016 10:30 WIB
Studi: Bukan Bayi yang Meniru Orang Dewasa, Tetapi Sebaliknya
Foto: thinkstock
Queensland - Sejak lama bayi dikenal memiliki kemampuan untuk dapat menirukan ekspresi wajah orang dewasa. Tetapi anggapan ini ditepis oleh sebuah penelitian terbaru.

Menurut peneliti dari University of Queensland, orang dewasalah yang meniru ekspresi bayi. Ini adalah bagian dari skill yang harus dipelajari orang dewasa agar dapat berinteraksi dengan si bayi.

Peneliti membuktikannya dengan mengetes respons bayi terhadap 11 gesture orang dewasa seperti menjulurkan lidah, membuka mulut, jari menunjuk, ekspresi sedih dan gembira, serta ekspresi saat bergumam 'mmm' dan 'eee'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi yang dilibatkan dalam studi ini berjumlah 106, dan tes dilakukan saat usia mereka 1 minggu, 3 minggu, 6 minggu dan 9 minggu.

Masing-masing bayi dipapari tiap gesture selama 60 detik. Peneliti juga memastikan agar bayi-bayi ini tidak bingung membedakan satu gesture dengan lainnya, sehingga mereka memastikan agar tiap kali percobaan dilakukan, suasananya tenang dan si bayi juga dalam keadaan waspada.

Baca juga: Si Kecil Gemar Menjatuhkan Barang? Sebenarnya Dia Sedang Belajar Lho

"Secara mengejutkan, kami tidak menemukan bukti bahwa bayi dapat meniru gesture orang dewasa," ungkap peneliti Profesor Virginia Slaughter.

Mayoritas dari mereka memberikan respons dengan menjulurkan lidah pada beberapa gesture yang diperlihatkan peneliti, entah itu membuka mulut, maupun ekspresi wajah gembira dan sedih.

Temuan ini sekaligus menepis anggapan bahwa bayi meniru ekspresi orang dewasa, tetapi justru sebaliknya. "Ketika kita mengajaknya berinteraksi, kita ingin membawa mereka ke dunia kita. Kemudian kita meniru ekspresi mereka agar mereka terstimulasi untuk merespons kita," ungkap Slaughter seperti dilaporkan ABC Australia.

Kegiatan tiru-meniru ini kemudian terus berlangsung sampai terjadi interaksi timbal-balik di antara kedua pihak. Namun dari kacamata orang dewasa, seakan-akan si bayi menirukan ekspresi mereka.

"Memang pada akhirnya si bayi juga meniru sebagian ekspresi kita, tapi sebenarnya karena ini dipicu oleh perilaku orang dewasa. Jadi kemampuan meniru ini tidak dimiliki bayi sejak lahir," jelas Slaughter.

Ini menarik, karena di usia yang masih begitu belia, bayi sudah mampu belajar untuk menirukan ekspresi orang dewasa agar dapat berinteraksi dengan mereka.

Baca juga: Usia di Atas 2 Bulan, Bayi Sudah Mulai Bisa Berinteraksi dengan Orang Dekat (lll/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads