Tapi ketika berusia 1-3 tahun, beberapa anak malah susah makan. Inilah yang sering membuat orang tua khawatir. Saking khawatirnya, mereka memaksa anak untuk makan. Padahal memaksa anak untuk makan malah membuat mereka semakin malas makan dan bisa memicu trauma.
"Anak batita (berumur 1-3 tahun) memang sering mengalami food neophobia atau penolakan terhadap makanan baru. Ini merupakan fase yang sangat normal dalam tahapan perkembangan anak," jelas dr Meta Hanindita dari RSUD dr Soetomo, Surabaya, dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sudah Kenyang atau Masih Laparkah Bayi Anda? Ayo Lihat Tanda-tandanya
Karena pertambahan berat badan anak tak sebanyak saat bayi, malah mungkin dengan tinggi badannya saat ini plus banyaknya aktivitas, anak tak lagi semontok saat bayi. Melihat ini, beberapa orang tua pun khawatir. Belum lagi jika ada komentar dari orang sekitar yang menyebut si kecil jadi lebih kurus, makin khawatirlah orang tua.
"Dari 50-60 persen orang tua yang mengeluhkan anaknya susah makan, ternyata hanya 20-30 persen yang benar-benar mengalami masalah makan," ucap dr Meta.
dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA beberapa waktu lalu menyarankan orang tua perlu memahami jenis makanan yang kurang disukai anak. Dengan memahaminya, sebaiknya orang tua juga tidak terlalu dipaksakan.
Orang tua dianjurkan bisa memasukkan makanan yang tak disukai tersebut dalam variasi jenis atau rasa yang berbeda. Sehingga anak akan tetap mengonsumsinya dan belajar untuk menyukai makanan tersebut.
Baca juga: Trik Responsive Feeding Agar Anak Makan dengan Lahap dan Tanpa Paksaan (vit/up)











































