Saat Awal MPASI Makannya Lahap, Tapi Mengapa Sekarang si Kecil Susah Makan?

Saat Awal MPASI Makannya Lahap, Tapi Mengapa Sekarang si Kecil Susah Makan?

Nurvita Indarini - detikHealth
Selasa, 17 Mei 2016 13:49 WIB
Saat Awal MPASI Makannya Lahap, Tapi Mengapa Sekarang si Kecil Susah Makan?
Foto: thinkstock
Jakarta - Orang tua mana yang tidak senang melihat makanan buatannya dimakan dengan lahap oleh anaknya. Ya, pemandangan itu kerap terlihat saat bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) di usia enam bulan.

Tapi ketika berusia 1-3 tahun, beberapa anak malah susah makan. Inilah yang sering membuat orang tua khawatir. Saking khawatirnya, mereka memaksa anak untuk makan. Padahal memaksa anak untuk makan malah membuat mereka semakin malas makan dan bisa memicu trauma.

"Anak batita (berumur 1-3 tahun) memang sering mengalami food neophobia atau penolakan terhadap makanan baru. Ini merupakan fase yang sangat normal dalam tahapan perkembangan anak," jelas dr Meta Hanindita dari RSUD dr Soetomo, Surabaya, dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan dr Meta, kebutuhan energi anak batita lebih rendah dibandingkan bayi. Hal itulah yang membuat kecepatan bertumbuhnya juga relatif melambat dibandingkan waktu masih bayi.

Baca juga: Sudah Kenyang atau Masih Laparkah Bayi Anda? Ayo Lihat Tanda-tandanya

Karena pertambahan berat badan anak tak sebanyak saat bayi, malah mungkin dengan tinggi badannya saat ini plus banyaknya aktivitas, anak tak lagi semontok saat bayi. Melihat ini, beberapa orang tua pun khawatir. Belum lagi jika ada komentar dari orang sekitar yang menyebut si kecil jadi lebih kurus, makin khawatirlah orang tua.

"Dari 50-60 persen orang tua yang mengeluhkan anaknya susah makan, ternyata hanya 20-30 persen yang benar-benar mengalami masalah makan," ucap dr Meta.

dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA beberapa waktu lalu menyarankan orang tua perlu memahami jenis makanan yang kurang disukai anak. Dengan memahaminya, sebaiknya orang tua juga tidak terlalu dipaksakan.

Orang tua dianjurkan bisa memasukkan makanan yang tak disukai tersebut dalam variasi jenis atau rasa yang berbeda. Sehingga anak akan tetap mengonsumsinya dan belajar untuk menyukai makanan tersebut.

Baca juga: Trik Responsive Feeding Agar Anak Makan dengan Lahap dan Tanpa Paksaan (vit/up)

Berita Terkait