"Jadi jangan dipaksakan jika semua kompenen mendukung ASI sudah cukup tetapi berat badan tidak bertambah, lebih baik anak diberikan MPASI (makanan Pendamping ASI) untuk mendukung perkembangan anak," kata dr Maria Martina Siboe S.Kom, B.Med Sc, SpA dari RSIA YPK Mandiri, Menteng, Jakarta pusat.
Sejatinya, kapankah anak siap untuk diberikan makanan pendamping ASI? Menurut wanita yang akrab dipanggil dr Tina ini, anak sebenarnya bisa sudah siap diberi makan sekitar usia 4 bulan. Kemudian, tanda lain anak sudah siap diberi makan di antaranya lehernya sudah bisa menyangga kepala, ada ketertarikan dengan makanan, dan mampu menelan makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Efeknya Jika Tanpa Saran Dokter MPASI Diberi Sebelum Anak Usia 6 Bulan
Apabila belum memenuhi syarat tersebut tetapi anak langsung diberi makanan, sistem pencernaan bayi belum siap menerimanya. Hal tersebut akan membuat makanan tidak dapat dicerna dengan baik dan bisa menimbulkan reaksi seperti diare, sembelit atau konstipasi, dan timbulnya gas.
Beberapa waktu lalu, dr Meta Hanindita SpA, menuturkan ketika nekat memberi bayi makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan tanpa ada indikasi tertentu, ada kondisi paling gawat yang bisa terjadi yaitu invaginasi atau intususepsi. Kondisi ini di mana suatu segmen usus masuk ke dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.
"Bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Walau penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun hipotesis yang paling kuat karena pemberian MPASI yang terlalu cepat," ujar dr Meta yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Baca juga: Ingat! Di Usia Satu Tahun ke Atas, Makanan si Kecil Tak Perlu Diblender (rdn/rdn)










































