"Istilahnya dematitis venenata atau phaederus dermatitis, yaitu reaksi kontak iritan oleh bahan-bahan dari tanaman atau juga serangga kecil-kecil yang sering dikenal dengan tomcat atau sejenisnya," terang dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre, Denpasar, dalam perbincangan dengan detikHealth.
Kondisi semacam ini sering kali pula disangka herpes. Namun jika diperhatikan ada bedanya. Herpes biasanya bentol berair dan akan bergerombol membentuk pola. "Bukan memanjang," sambung dr Darma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dermatitis venenata (foto:dok.detikhealth) |
Baca juga: Telanjur Kena Cairan Tubuh Tomcat, Ini yang Harus Dilakukan
Sebetulnya dermatitis venenata ataupun atau phaederus dermatitis tidak hanya dialami bayi, melainkan bisa siapa saja, tak terkecuali orang dewasa. Kemunculan luka yang mirip luka lepuh itu muncul akibat terkena binatang tertentu, seperti tomcat. Cairannya bisa merupakan kencing ataupun lendir tubuh jika binatang tersebut diinjak.
"Cairan ini sangat mengiritasi. Jadi kalau kita pegang atau kita garuk, bisa pindah kena bagian tubuh lainnya," lanjut dr Darma.
Untuk menghindari kondisi ini, dr Darma menyarankan tidak tidur di lantai. Jika tinggal di daerah yang dekat sawah atau tanah kosong, sebaiknya tidur dengan menggunakan kelambu.
"Pengobatan dengan salep kortikosteroid. Bila ada lecet atau erosi bisa ditambah salep antibiotik," tambah dr Darma.
Baca juga: Dermatitis Venenata, Iritasi yang Mirip Luka Lepuh di Kulit
(vit/rdn)












































dermatitis venenata (foto:dok.detikhealth)