"Anak yang lahir dengan berat badan rendah berkaitan dengan peningkatan kerentanan terhadap diabetes tipe 2," ujar Tiange Wang dari Tulane University di AS, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (29/6/2016).
Ia melanjutkan, tak cuma saat lahir, berat badan lahir rendah atau BBLR juga dapat mengganggu pertumbuhan anak di kemudian hari akibat gangguan pertumbuhan janin intrauterin. Selanjutnya, hal ini berdampak pada faktor risiko diabetes tipe 2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor risiko untuk pertumbuhan janin intrauterin termasuk di antaranya kekurangan gizi, anemia, infeksi dan insufisiensi plasenta. "Temuan kami mendukung adanya hubungan potensial antara berat badan lahir dan risiko diabetes tipe 2," tutur Wang.
Selain itu, ada risiko-risiko lain yang juga bisa mengganggu bayi dengan BBLR. Di antaranya penurunan inteligensia, penurunan pertumbuhan, dan penurunan imunitas. Selain itu BBLR juga meningkatkan morbiditas dan mortalitas, serta meningkatkan penyakit degeneratif di masa dewasa.
Oleh sebab itu, ibu hamil sangat penting memerhatikan kecukupan kebutuhan nutrisinya. Pemberian nutrisi pada saat hamil kepada janin akan sangat berdampak pada perkembangan otak, yang akhirnya berdampak pada kemampuan kognitif dan edukasional.
Baca juga: Saling Berkesinambungan, 2 Faktor Ini Penting bagi Tumbuh Kembang Anak
(ajg/vit)











































