ASI Tingkatkan Perkembangan Otak Bayi Prematur

ASI Tingkatkan Perkembangan Otak Bayi Prematur

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 01 Agu 2016 17:41 WIB
ASI Tingkatkan Perkembangan Otak Bayi Prematur
Foto: iStock
Jakarta - Bayi yang lahir belum waktunya atau prematur dihadapkan pada keterlambatan tumbuh kembang. Tetapi kondisi ini sebenarnya masih bisa disiasati dengan memberikan ASI (Air Susu Ibu).

Sebuah penelitian yang dilakukan Brigham and Women's Hospital, Boston menemukan, bayi prematur yang diberi ASI di 28 hari pertama kehidupannya memiliki perkembangan otak yang lebih baik daripada bayi prematur yang tidak mendapatkan ASI.

Riset didasarkan pada pengamatan terhadap 180 bayi yang lahir sebelum usia kandungan ibunya memasuki pekan ke-30, dan dilanjutkan sampai si bayi lahir hingga berumur 7 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, bayi yang memperoleh ASI di 28 hari pertama kehidupannya ketika dirawat di neonatal intensive care unit (NICU) mengalami perkembangan otak yang lebih baik, terutama di bagian-bagian vital, ketika pengamatan menggunakan scan MRI dilakukan lagi di usia di mana mereka seharusnya lahir.

Kemudian scan MRI dilakukan lagi saat usia bayi-bayi ini mencapai tujuh tahun. "Bahkan dampaknya tidak hanya terdeteksi dari hasil MRI-nya, tetapi juga dari performa berbagai skill yang kami lakukan ketika mereka beranjak dewasa," kata peneliti Dr Mandy Brown Belfort.

Baca juga: Inisiasi Menyusui Dini Bukan Perkara Gagal atau Berhasil

Menurut Belfort, hal ini membuktikan bahwa keterkaitan antara volume otak tertentu dengan performa otak mereka nantinya memang ada.

"Kami menemukan volume bagian grey matter yang penting untuk memproses dan mengirimkan sinyal ke bagian otak lainnya tampak lebih besar pada bayi prematur yang diberi ASI," jelasnya seperti dilaporkan CBS News.

Dan ketika peneliti melakukan tes kognitif pada anak-anak tersebut saat berusia tujuh tahun, mereka memperlihatkan hasil yang lebih baik dalam tes IQ, kemampuan berhitung, berbahasa, membaca, daya ingat, rentang perhatian dan fungsi motorik.

Baca juga: Ini Dia Ragam Manfaat Inisiasi Menyusui Dini

Namun Belfort juga menyadari beratnya tantangan yang dihadapi ibu yang melahirkan bayi prematur, termasuk dalam hal memberikan ASI. Secara biologis ini karena lahir sebelum usia kandungan memasuki 35 pekan membuat kemampuan bayi untuk menempel (latching) pada ibunya dan menyusui, menjadi berkurang.

Meski begitu, ibu bisa memerah ASI lalu memberikannya kepada si bayi lewat selang makanan. "Di sisi lain, ibu kurang mendapat support untuk bisa melakukan hal itu, jadi ini pulalah yang harus diperhatikan untuk memastikan bayi mendapatkan ASI yang dibutuhkannya," pungkasnya.

(lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads