Pesan Dokter Bagi Orang Tua yang Bayinya Lahir Prematur

Pesan Dokter Bagi Orang Tua yang Bayinya Lahir Prematur

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 08 Agu 2016 07:41 WIB
Pesan Dokter Bagi Orang Tua yang Bayinya Lahir Prematur
Foto: Thinkstock
Jakarta - Lahir prematur dengan berat badan rendah merupakan salah satu faktor risiko untuk bayi mengalami berbagai komplikasi. Oleh karena itu sampai kondisi stabil dan dokter yakin tak ada gangguan berarti maka umumnya bayi prematur dirawat di inkubator.

Namun dr Agung Z. W. dari Komunitas Prematur Indonesia (KPI) mengatakan orang tua di Indonesia umumnya tak sabar untuk membawa pulang anak prematur. Padahal ada banyak skrining yang harus dilakukan untuk mendeteksi kelainan-kelainan misalnya di kepala, jantung, pernapasan, pencernaan, penglihatan, dan pendengaran.

Contoh kelainan yang rentan dialami untuk penglihatan misalnya retinopathy of prematurity (ROP). Sekitar 30 persen bayi prematur bisa mengalaminya dan menurut dr Agung pada beberapa kasus bila tak ditangani dengan baik akan menyebabkan kebutaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prematur dan berat bayi rendah itu termasuk faktor risiko untuk terjadinya kelainan di luar genetik. Jadi kelainan bisa karena prematur, bisa karena genetik, atau bisa muncul karena keduanya," kata dr Agung dalam seminar Indonesia Rare Disease di Casa Grande, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/8/2016).

Baca juga: ASI Tingkatkan Perkembangan Otak Bayi Prematur

"Nah orang tua di Indonesia memang suka nggak sabar pengan bayi prematurnya dibawa pulang. Ada yang berpikir 'kan sudah ditangani secara medis'. Padahal sabar aja deh karena (kelainan -red) penyerta ini kan ketahuannya dari skrining," sambungnya.

dr Agung mengaku bahwa anaknya sendiri lahir prematur sehingga ia bisa memahami apa yang mungkin dirasakan orang tua. Oleh sebab itu bila memang ingin membantu kondisi bayi yang tengah dirawat orang tua bisa melakukan perawatan metode kanguru (PMK).

Setiap hari orang tua bisa melakukan kontak fisik kulit menggendong bayi dengan prinsip seperti inisiasi menyusui dini. dr Agung mengatakan manfaat PMK ini dalam beberapa studi terbukti membuat bayi lebih tahan terhadap ancaman infeksi dan positif untuk kesehatan secara keseluruhan.

"PMK bisa dilakukan terputus-putus dengan satu sesi minimal satu jam. Prinsipnya persis seperti inisiasi menyusui dini dan bisa dilakukan tidak hanya oleh ibu tapi bapaknya juga asal bayi sudah stabil. Ya capai memang terus-terusan tapi nggak apa-apa," tutup dr Agung.

Baca juga: Studi: Bayi yang Lahir Prematur Bisa Picu Depresi dan Kecemasan Orang Tuanya

(fds/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads