Alasan Kenapa Bayi Berbadan Kecil Sulit Jalani Transplantasi Hati

Alasan Kenapa Bayi Berbadan Kecil Sulit Jalani Transplantasi Hati

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 10 Agu 2016 13:01 WIB
Alasan Kenapa Bayi Berbadan Kecil Sulit Jalani Transplantasi Hati
Foto: thinkstock
Jakarta - Bayi dengan kondisi hati kronis seperti atresia bilier atau kanker misalnya membutuhkan transplantasi hati sesegera mungkin agar bisa bertahan hidup. Namun demikian prosedur operasi tak bisa dilakukan sembarangan dan ada syarat yang harus dipenuhi sehingga seringkali anak harus menunggu.

Salah satu syarat untuk melakukan transplantasi hati tersebut adalah berat badan. Dr dr Hanifah Oswari, SpA(K), selaku ketua tim transplantasi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan optimalnya anak harus memiliki berat di atas 10 kilogram terlebih dahulu agar tubuh cukup besar menerima hati dari donor.

Menurut dr Hanifah apabila tubuh anak masih terlalu kecil maka otomatis bagian hati yang bisa ditranplantasi juga sedikit. Hal ini membuat anak tak mendapat manfaat dari transplantasi dan tak mengubah usia harapan hidupnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau operasi waktu masih kecil badannya berarti hati yang dimasukkan juga harus kecil dan itu susah. Kalau hati yang masuk kekecilan bisa meninggal, kalau hati terlalu besar juga bisa mati karena nanti enggak bisa ditutup. Makanya mesti pas," kata dr Hanifah ketika ditemui di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (10/9/2016).

Diakui oleh dr Hanifah kadang memang bisa ada juga kasus darurat di mana bayi tak bisa menunggu lebih lama lagi. Untuk situasi ini dokter akan menimbang risiko yang ada dan apabila harus dioperasi meski badannya kecil bisa saja dilakukan tehnik operasi monosegmen.

Operasi monosegmen dikembangkan oleh dr Mureo Kasahara dari National Center for Child Health and Development, Jepang, dan mulai dikenalkan pada tahun 2015. Teknik ini hanya melibatkan satu dari delapan segmen hati donor untuk ditransplantasi ke tubuh anak yang masih kecil.

Di Indonesia menurut dr Hanifah tehnik monosegmen belum umum dilakukan. Namun dr Mureo sendiri sudah datang untuk mengajar dan menurunkan ilmunya ke dokter-dokter Indonesia.

"Hati itu ada delapan segmen dan umumnya yang diambil itu dua bagian untuk dimasukkan jadi hati anak. Nah Prof Moreo Kasahara ini bisa ngambil dari satu bagian saja. Di dunia belum ada yang bisa ngambil satu karena kalau cuma satu kurang," pungkas dr Hanifah.

Baca juga: Hanya Tiga Bulan, Persiapan Cangkok Hati Pertama di RS Sardjito (fds/vit)

Berita Terkait