Ada banyak faktor memiliki peran dalam peningkatan risiko obesitas untuk bayi ini. Peneliti mengatakan salah satu contohnya seperti lebih sedikit kemungkinan untuk ibu menyusui bayi lahir caesar yang sudah dibuktikan oleh studi sebelumnya bisa meningkatkan risiko obesitas.
Ketika langsung dibandingkan dengan anak lahir normal, studi yang dipimpin oleh peneliti di Harvard Medical School menemukan bayi lahir caesar lebih berisiko untuk obesitas hingga 64 persen. Namun bila disesuaikan dengan faktor-faktor lainnya seperti umur dan berat ibu risiko obesitas untuk bayi lahir caesar menjadi 15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti tak betul-betul tahu pastinya hal apa yang ada pada dua metode persalinan tersebut sehingga ada peningkatan risiko. Asumsi paling kuat peneliti ada perbedaan mikrobiota pada saluran pencernaan bayi yang lahir caesar dengan yang lahir lewat vagina.
"Secara keseluruhan literatur terkait area ini menunjukkan mungkin ada hubungan antara bedah ceasar dengan obesitas. Namun hubungan apa yang ada tidak sepenuhnya terbukti dan juga dipahami," kata dr Simon Cork dari Imperial College London seperti dikutip dari BBC, Kamis (8/9/2016).
"Kebanyakan bedah caesar ini dilakukan karena kebutuhan medis bukan karena sebuah pilihan, oleh karena itu risiko yang ada mungkin lebih besar dari kekhawatiran ibu pada kemungkinan masalah berat badan di masa depan," pungkas dr Simon.
Baca juga: Risiko yang Bisa Terjadi Saat Bayi Sungsang Lahir Melalui Persalinan Normal
(fds/vit)











































