Jumat, 09 Sep 2016 08:07 WIB

Serat Penting untuk Bayi, Tapi Tetap Jangan Berlebihan

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pemberian serat sering digembar-gemborkan bisa dilakukan untuk mencegah sembelit, termasuk pada bayi. Meskipun demikian, pemberiannya tetap harus diperhatikan agar tak berlebihan dan justru memicu sembelit.

Menurut dr Meta Hanindita, SpA, serat dapat membuat feses menjadi lebih lunak karena serat menahan lebih banyak air, efeknya feses pun lebih mudah dikeluarkan. Tapi ingat, orang tua perlu cermat memilih jenis serat yang dikonsumsi buah hatinya.

Jika jenis serat yang diberikan kurang tepat dan dalam porsi berlebihan, hal tersebut justru bisa memicu anak mengalami sembelit.

"Perbanyak jumlah serat untuk anak dengan buah, sayur, roti gandum sebagai ganti roti putih atau sereal tinggi serat seperti oatmeal dan wheat," tutur dr Meta, yang kini praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya, kepada detikHealth.

Baca juga: Yuk, Manjakan Si kecil dengan Teknik Pijat 'I Love You'

Hindari juga memberikan pisang terlalu sering, terutama jika pisang tersebut belum benar-benar matang. Hal ini menurut dr Meta juga bisa membuat anak sembelit.

Sebaliknya, untuk mengatasi sembelit pada anak sebaiknya berikan buah seperti apel atau sayuran hijau yang banyak mengandung serat dan air.

"Jangan lupa untuk tetap memberikan ASI pada anak. Pijat 'I love you' juga dapat membantu," imbuh dr Meta.

Teknik pijat ini dilakukan dengan menggunakan dua atau tiga jari, yang digerakkan dengan membentuk huruf I-L-U dari arah bayi (bila dari posisi kita membentuk hurug I-L-U terbalik). Caranya, urut perut bagian kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I). Lalu urut melintang dari perut kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L). Kemudian urut dari kanan bawah perut bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk huruf U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua gerakan berakhir di perut kiri bayi. (ajg/vit)