Ini yang Perlu Anda Ketahui Soal Ubun-ubun Kepala Bayi

Ini yang Perlu Anda Ketahui Soal Ubun-ubun Kepala Bayi

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 19 Sep 2016 17:02 WIB
Ini yang Perlu Anda Ketahui Soal Ubun-ubun Kepala Bayi
Foto: thinkstock
Jakarta - Jika diperhatikan, pada kepala bayi baru lahir sering terlihat ada bagian yang lembut, empuk, belum menutup sempurna dan berdenyut. Ini adalah ubun-ubun.

Bukan tanpa alasan, bagian ini disebut-sebut juga memiliki fungsi yang penting bagi kesehatan tubuh bayi. Salah satunya adalah untuk mempermudah proses kelahiran.

Selain itu, ubun-ubun yang lunak juga membantu agar otak bayi dapat berkembang secara maksimal. Mengapa demikian? Perkembangan otak anak seperti diketahui paling pesat terjadi pada seribu hari pertama kehidupan, nah ubun-ubun dapat mempermudah perkembangan jaringan otak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Manfaat Mengisap Jempol Bagi Kepribadian Anak Balita

Ubun-ubun bisa lebih jelas terlihat di bagian atas kepala. Jika diraba, bagian ini agak lebih lembut dibandingkan sekitarnya. Biasanya, ubun-ubun akan menutup sempurna saat anak berusia di atas satu tahun.

"Ubun-ubun besar memang akan menutup sendiri pada sebagian besar anak saat masuk usia 19-24 bulan," pungkas dr Meta Hanindita, SpA, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Sedangkan ubun-ubun yang lebih kecil terletak di belakang kepala. Biasanya akan mengeras saat anak berusia dua sampai tiga bulan.

Sementara itu, Emma Dufficy dari Norwich University Hospital menyebutkan bahwa orang tua sedikit banyak perlu memerhatikan kondisi ubun-ubun bayinya. Sebab diyakini ubun-ubun bisa menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan bayi.

"Ubun-ubun bisa memberikan petunjuk penting berupa kondisi kesehatan bayi pada orang tua. Misalnya jika ubun-ubun tampak cekung kemungkinan bayi dehidrasi. Namun tetap untuk memastikan hal ini orang tua bisa berdiskusi dengan dokter," ujar Dufficy, seperti dikutip dari Baby Centre pada Senin (19/9/2016).

Ada pula kondisi craniosynostosis atau ubun-ubun yang lebih cepat menutup. Hal ini bisa mengganggu pertumbuhan otak anak, sehingga tidak tumbuh maksimal.

Baca juga: Kebiasaan Mengisap Jempol Harus Dihilangkan Saat Anak Berusia 6 Tahun

(ajg/vit)

Berita Terkait