Senin, 24 Okt 2016 12:09 WIB

Tentang Virus yang Menyerang Bayi dari Fasilitas Umum, Ini Kata Dokter

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Logan (10 bulan) harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari akibat infeksi virus yang dialaminya. Menurut dokter setempat, virus ini diduga datang dari pegangan troli tempat Logan duduk saat menemani ibunya, Vivienne Wardrop, berbelanja.

Tak tanggung-tanggung, Logan didiagnosis terinfeksi lebih dari satu virus sekaligus yakni rotavirus dan adenovirus, serta terinfeksi pula dengan bakteri salmonella. Kondisi ini pun membuat Logan muntah-muntah, demam tinggi dan dehidrasi.

Menanggapi kasus seperti ini, dr Meta Hanindita, SpA menuturkan bahwa di tempat umum memang sulit untuk mengenali mana benda atau orang yang memiliki virus seperti ini. Oleh sebab itu, bayi yang daya tahan tubuhnya masih belum sempurna menjadi rentan terkena.

Baca juga: Bayi Ini Diserang Tiga Virus Sekaligus, Diduga karena Duduk di Troli

Menurut dr Meta, rotavirus ditularkan lewat fecal-oral (melalui anus ke mulut), sama halnya dengan adenovirus. Selain lewat saluran pernapasan, infeksi virus ini juga bisa ditularkan melalui fecal-oral.

"Sedangkan salmonella adalah bakteri, bukan virus. Penularannya biasanya lewat makanan," ujar dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini kepada detikHealth.

Ia melanjutkan, seseorang bisa terkena infeksi bakteri salmonella dari makanan yang kurang matang atau kurang higienis saat pemasakan. Selain itu, salmonella juga bisa menyebar saat seseorang yang terinfeksi bakteri ini tidak mencuci tangan dengan baik saat selesai buang air besar.

Sementara itu, dr Badriul Hegar, PhD, SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo juga menuturkan hal serupa. Kepada detikHealth, ia menjelaskan bahwa pada intinya rotavirus bisa hidup pada alat yang terkontaminasi, mulai dari beberapa jam sampai hitungan hari.

"Rotavirus dapat hidup untuk beberapa jam pada tangan dan beberapa hari pada permukaan padat. Bahkan dapat stabil dan tetap infektif dalam tinja sampai beberapa minggu. Penularan virus ini juga cukup tinggi, meski dengan jumlah virus yang sedikit," tutur dr Hegar.

Baca juga: Perhatikan, Ini Aturan Jenguk Bayi Baru Lahir Agar Tak Tularkan Penyakit

(ajg/up)