Lahir dengan Usus Terburai Keluar, Begini Perjuangan Erin untuk Survive

Lahir dengan Usus Terburai Keluar, Begini Perjuangan Erin untuk Survive

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 14 Nov 2016 07:39 WIB
Lahir dengan Usus Terburai Keluar, Begini Perjuangan Erin untuk Survive
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Saat menjalani pemeriksaan di usia kandungan 16 pekan, Lucia Angell diberitahu bahwa janinnya mengalami gastroschisis, di mana organ cernanya berada di luar tubuh.

Karena kondisi si janin, Lucia juga harus menjalani scan berkurang kali sebab belum dipastikan apakah ia bisa bertahan bahkan sampai dilahirkan. "Kehamilan pertama saja sudah berat, ditambah lagi dengan adanya kondisi ini," ungkap Lucia.

Untung janin Lucia bisa lahir dengan selamat walaupun usus kecil dan sebagian besar ususnya berada di luar tubuhnya. Bayi perempuan malang ini pun diberi nama Erin Angell-Field.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Lucia tak bisa langsung menggendongnya. Tim dokter segera membungkus Erin dengan plastik agar organnya tetap aman dan hangat, lalu merujuknya ke Great Ormond Street Hospital, London agar bisa segera dioperasi.

Sebagian besar ususnya berhasil dikembalikan ke posisi semula. Namun ada tersisa usus sepanjang 15 cm yang kadung mati dan akhirnya dipotong. Usus kecilnya sendiri kemudian dimasukkan ke dalam kantung stoma sampai kondisinya dinyatakan pulih.

"Selain itu, Erin juga dipasangi alat bantu pernapasan dan selang PICC agar obatnya dapat diberikan lewat vena berikut makanannya," ungkap Lucia seperti dilaporkan Express.co.uk.

Baca juga: Baru Tiga Tahun, Bocah Ini Sudah Jalani 5 Cangkok Organ Sekaligus

"Kami baru bisa menggendongnya saat usianya baru lima hari, ketika ventilatornya dilepas. Ini adalah momen yang luar biasa," kata Lucia.

Untuk sementara, Erin juga belum bisa diberi minum susu sampai dokter memastikan sistem cernanya berfungsi. Begitu sudah bisa, Erin hanya diberi makan 3 ml susu tiap tiga jam, begitu seterusnya hingga ditambah sampai 5 ml per tiga jam, di situlah terlihat bahwa Erin sudah dapat merespons makanan dengan baik.

Namun begitu mulai membaik, sesuatu terjadi pada tubuh si kecil yang malang. "Erin tiba-tiba berhenti bernapas, saat itu ia baru bisa keluar dari ruang intensif. Tim medis segera melakukan CPR dan semuanya terlihat buruk," tutur Lucia.

Rupanya si kecil terkena sepsis sehingga harus dikembalikan ke ruang intensif. Namun perlahan tapi pasti kondisi Erin membaik. Total Erin harus diawasi penuh selama 2,5 bulan di rumah sakit untuk memastikan ususnya berfungsi seperti semestinya, atau mencegahnya berhenti bekerja.

Si kecil akhirnya diperbolehkan pulang akhir Maret lalu. Lucia mengakui keberadaan putrinya itu telah menguatkan ikatan antara dirinya dan sang suami, Daniel.

Baca juga: Penyebab Bayi Lahir dengan Usus Terburai (lll/vit)

Berita Terkait