Selasa, 03 Jan 2017 09:05 WIB

Menjemur Bayi Bisa Efektif Atasi Napas yang Berbunyi Grok-grok?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bunyi napas grok-grok sering kali ditemukan pada bayi di bawah satu tahun. Apakah menjemur bayi bisa efektif mengatasi napas yang berbunyi grok-grok?

"Menjemur bayi di pagi hari boleh saja dilakukan untuk vitamin D, walaupun tidak ada bukti ilmiah dapat mengurangi grok-grok," ujar dr Meta Hanindita, SpA, dari RS Dr Soetomo, Surabaya.

Nah, ketika menjemur bayi juga jangan sembarangan. Perlu melihat kondisi bayi, panas matahari dan jam menjemurnya.

dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC dari RS St Carolus mengatakan biasanya bayi dijemur mulai pukul 07.30 hingga 08.30. "Pukul 08.30 itu maksimal. Paling lama dijemur hanya 3/4 atau setengah jam saja," ucapnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Napas si Kecil Berbunyi Grok-grok, Normal atau Tidak?

Bagaimana suara grok-grok bisa muncul dari pernapasan bayi? dr Meta menjelaskan dinding di saluran pernapasan memang akan menghasilkan lendir yang salah satu fungsinya untuk 'menangkap' zat asing dari udara yang dihirup, yang bisa jadi menimbulkan gangguan napas. Biasanya, lendir ini (kalau sedikit) akan terbawa sampai ke tenggorokan, lalu ditelan.

"Kalau jumlahnya banyak, refleks batuk akan terangsang. Nah, pada bayi yang baru lahir, mekanisme ini belum sempurna sehingga tersisa lendir dalam saluran napasnya. Bunyi grok-grok berasal dari suara udara napas yang melewati si lendir," terangnya.

dr Meta menambahkan pada bayi yang keluarganya punya riwayat alergi, keadaan ini bisa lebih jelas, dan bisa diperparah dengan hal-hal yang merangsang produksi lendir lebih banyak. Misalnya saja tungau debu rumah, asap rokok, bulu binatang, dan debu.

"Seiring bertambahnya umur dan semakin sempurnanya sistem saluran napas anak, grok-grok ini bisa hilang sendiri. Tidak berbahaya kok," imbuh dr Meta.

Menurutnya, napas bayi yang berbunyi grok-grok tidak ada hubungan dengan ketuban yang terhirup bayi saat akan lahir. Selain itu tidak ada bukti ilmiah kalau bayi laki-laki lebih rentan grok-grok ketimbang bayi perempuan.

Meski napas yang berbunyi grok-grok dianggap normal, namun dr Meta mengingatkan jika suara grok-grok terdengar begitu nyaring, terlebih saat bayi menangis perlu mendapat perhatian. Apabila suara napas tersebut muncul sampai membuat bayi sulit tidur dan mengganggu aktivitasnya sehari-hari seperti makan dan minum, maka kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter.

"Terlebih jika disertai dengan hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin dan suhu tubuh meninggi. Ini biasanya disebabkan inveksi virus," ucap dr Meta.

Baca juga: Bayi Bersuara 'Grok-grok' Saat Tidur, Pertanda Jalan Napas Tak Bersih? (rdn/vit)