Rabu, 25 Jan 2017 19:56 WIB

Mesin MRI Ini Khusus untuk Bayi Prematur

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: BBC Foto: BBC
Jakarta - Teknologi skrining seperti MRI maupun ultrasound sangat dibutuhkan untuk mengetahui seberapa jauh kondisi penyakit yang diidap seseorang. Namun teknologi ini kurang 'ramah' untuk pasien yang masih bayi.

Hal ini disebabkan ukuran mesin yang hanya cocok dipergunakan oleh pasien dewasa. Oleh karena itu, tim dokter dari Royal Hallamshire Hospital, Sheffield terinspirasi untuk mengembangkan scanner MRI khusus bayi.

Sejauh ini dokter hanya bisa memberikan skrining dengan ultrasound untuk mengecek kondisi otak bayi yang baru lahir. Padahal bila dibandingkan dengan ultrasound, scan MRI jauh lebih akurat dalam memperlihatkan struktur otak dan abnormalitasnya, jika memang terjadi.

Baca juga: Skrining pada Ibu Hamil Disebut Bisa Bantu Prediksi Anak Alami Autisme

Menurut Prof Paul Griffiths dari University of Sheffield, salah satu pengembang scanner MRI ini, ultrasound adalah mesin yang murah, portabel dan mudah digunakan.

"Tetapi gelombang suara dari scanner seharusnya dapat melewati dua fontanelle (bagian lembut di antara dua tulang), sedangkan posisi pasien ketika menjalani ultrasound tidak mengakomodasi hal ini, posisi fontanelle-nya tidak begitu pas, sehingga ada sebagian otak yang tidak bisa terlihat," terangnya seperti dilaporkan BBC.

Sebaliknya, MRI dapat memfoto seluruh sudut otak dan anatomi di sekitarnya, sehingga gambar yang dihasilkan lebih jelas dan lebih mudah dipahami orang tua.

"Dari segi diagnosis, dengan MRI kami juga bisa menentukan apakah abnormalitas otaknya terjadi akibat kekurangan oksigen atau pasokan darah," lanjutnya.

Tantangan lain juga dihadapi ketika menangani bayi yang sangat prematur dengan menggunakan mesin MRI biasa. Mesinnya begitu besar dan biasanya diletakkan di unit yang berbeda dengan unit ibu dan anak maupun unit neonatal.

Mesin MRI khusus untuk bayi prematur (Foto: BBC)Mesin MRI khusus untuk bayi prematur (Foto: BBC) Foto: BBC


"Bayi yang sangat prematur sangat berisiko ketika harus dipindah-pindah dan bila mesin MRI-nya berada di ruangan atau bahkan gedung lain, ini tentu menyulitkan," ungkap Prof Griffiths.

Mesin MRI khusus bayi ini ukurannya tidak lebih besar dari sebuah mesin cuci dan dapat diletakkan berdekatan dengan unit ibu dan anak maupun unit neonatal atau perawatan intensif untuk bayi baru lahir.

Meski demikian, mesin ini belum mengantongi izin untuk digunakan dalam praktik klinis, baru sebatas riset saja. Untuk itu Prof Griffiths berencana melakukan percobaan dengan bayi-bayi prematur untuk memperlihatkan keunggulan MRI gagasannya bersama koleganya Prof Martin Paley tersebut.

Untuk keperluan riset, Prof Griffiths mengaku telah mengujicobakan scanner MRI ini kepada 40 bayi prematur. Hasilnya dirasakan sendiri oleh orang tua Alice-Rose.

Bayi perempuan ini lahir di usia kandungan 24 pekan dan mengalami dua kali pendarahan di otaknya. Kedua orang tuanya, Shaun dan Rachel mengaku sangat terbantu oleh keberadaan MRI bikinan GE Healthcare tersebut.

"Gambarnya lebih jelas terlihat dan lebih mudah dipahami ketimbang hasil ultrasound," kata Shaun.

Untuk saat ini belum dapat diperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan rumah sakit untuk memperoleh mesin MRI neonatal ini.

Prof Griffiths menambahkan, mesin ini adalah satu dari hanya dua mesin scanner MRI khusus untuk bayi baru lahir yang ada di dunia.

Baca juga: Bayi Lahir Prematur? 4 Skrining Ini Wajib Dilakukan Ya Ayah dan Bunda

(lll/vit)
News Feed