Kamis, 09 Mar 2017 19:05 WIB

Ini Pesan WHO untuk Cegah Kasus Kelainan Bawaan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Cacat lahir atau kelainan bawaan meskipun tidak fatal, bisa membuat seseorang mengalami disabilitas seumur hidupnya. Bertepatan dengan peringatan Hari Kelainan Bawaan Sedunia pada 3 Maret lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) punya pesan khusus.

Dr Poonam Khetrapal Singh, WHO Regional Director for South-East Asia, menyebut satu dari 33 bayi baru lahir berisiko mengalami kelainan bawaan. Di Asia Tenggara saja berdasarkan data WHO, ada 90.000 kematian akibat kelainan bawaan terjadi tiap tahunnya.

Di sisi lain, sekitar 3,2 juta penyandang disabilitas di dunia merupakan orang-orang yang mengalami kelainan bawaan. Efek dari disabilitas jangka panjang ini tentu saja memengaruhi individu, keluarga, kesehatan dan lingkungan sekitar.

Baca juga: Bukan Cuma Lihat Wajah Bayi, USG 4D Juga Bisa Deteksi Kelainan Bawaan

"Oleh karena itu pencegahan dan kontrol kelainan bawaan menjadi penting. Caranya dengan memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan pelayanan kehamilan dan persalinan yang efektif, berkualitas dan merata," ungkap Singh, dalam rilis yang diterima detikHealth.

"Pelayanan yang efektif dan berkualitas berarti memastikan ibu hamil mendapat gizi dan nutrisi yang cukup serta menghindari rokok dan alkohol. Melakukan langkah pencegahan ditambah dengan pemeriksaan dini bisa mencegah terjadinya kelainan bawaan sekaligus mengurangi risiko terjadinya komplikasi lainnya," tandasnya lagi.

DikatakanSingh, kelainan jantung, kelainan tabung saraf danDown'ssyndrome merupakan tiga jenis kelainan bawaan yang paling umum. Sekitar 94 persen kasus kelainan bawaan ini terjadi di negara dengan tingkat ekonomi menengah dan miskin, di mana akses kesehatan untuk ibu hamil belum merata.


Kelainan bawaan sendiri bisa terjadi karena berbagai sebab mulai dari faktor genetik, kurang gizi dan nutrisi oleh ibu hamil, infeksi saat kehamilan ataupun pengaruh lingkungan. Karena sulit memastikan apa penyebab kelainan bawaan, WHO menekankan pentingnya pencegahan.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan ibu hamil mendapatkan asam folat dan iodin, menjauhkan bahan kimia berbahaya, hingga melakukan vaksinasi. Tentu saja langkah pencegahan ini membutuhkan kerjasam dari negara dengan pihak-pihak terkait lainnya.

"Perkembangan ke arah lebih baik sudah terjadi. 9 Dari 11 negara WHO SEARO sudah memberikan vaksin rubella yang menyebabkan 50.000 kelainan bawaan tiap tahun secara rutin," paparnya.

Adanya Sustainable Development Goals (SDGs) pun diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan cara mengintegrasikan intervensi kesehatan yang sudah terbukti ilmiah dengan program kesehatan dan nutrisi yang sudah berjalan.

"Pada peringatan Hari Kelainan Bawaan 3 Maret lalu, WHO mengharapkan masa depan yang lebih baik dan lebih sehat untuk seluruh ibu dan bayi di Asia Tenggara," tutupnya.

Baca juga: Bayi dengan 4 Kaki dan 2 Penis Ini Akhirnya Sukses Dioperasi
(mrs/vit)