Perawat Diduga Ngantuk Saat Beri Susu, Bayi Ini Terjatuh ke Lantai

Perawat Diduga Ngantuk Saat Beri Susu, Bayi Ini Terjatuh ke Lantai

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 14 Mar 2017 18:38 WIB
Perawat Diduga Ngantuk Saat Beri Susu, Bayi Ini Terjatuh ke Lantai
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Saat memberi susu ke seorang bayi prematur bernama Keiran Keller, perawat ini diduga mengantuk. Tak pelak, Keiran terjatuh. Si perawat dilaporkan baru terbangun ketika mendengar Keiran menangis dan sudah berada di lantai. Akibat insiden ini, Keiran diketahui mengalami fraktur pada tengkoraknya.

Ibu si bayi, Kelsey Bond pun berencana menuntut pihak RS. Ia mengungkapkan, mendapat kabar insiden itu pukul 08.00. Dikatakan Bond, si perawat minta maaf dan dokter anak yang memeriksanya mengatakan bahwa Keiran baik-baik saja. Keiran merupakan salah satu bayi kembar Bond yang lahir prematur di usia kehamilan 29 minggu di bulan Desember silam.

Keiran dan saudaranya Kayden dirujuk ke Belleville General pada bulan Februari untuk mendapatkan perawatan khusus. Pada tanggal 10 Februari, Kayden sudah boleh pulang sementara Keiran masih harus dirawat karena paru-parunya bermasalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mendapat kabar, saya segera ke RS. Saya melihat kepala anak saya merah dan bengkak. Dokter anak untuk kedua kalinya menyatakan Keiran baik-baik saja tapi feeling saya berkata ada yang tidak beres," kata Bond kepada The National Post.

Insiden itu diketahui terjadi 5 jam sebelum pihak RS menghubungi Bond. Sementara, si perawat tidak mendapat sanksi. Khawatir dengan kondisi Keiran, Bond meminta bayinya dirujuk ke Kingston di mana hasil USG dan CT Scan menunjukkan ada patah tulang dan hematoma subdural akut di tengkorak Keiran.

Baca juga: Ketika Dokter dan Perawat Tidur Saat Jaga Malam

Dokter mengatakan butuh waktu 6 sampai satu tahun agar kondisi Keiran pulih. Pihak RS sudah mengajukan permohonan maaf atas insiden ini dan tengah melakukan investigasi.

"Saya sudah menghubungi pengacara dan akan mengajukan tuntutan. Jika memang perawat mengantuk, sebaiknya dia tidak bekerja. Dia mempertaruhkan hidup anak-anak. Apalagi anak yang dirawatnya adalah bayi dengan kondisi khusus," kata Bond.

Dikutip dari birthinjuryguide.org, fraktur tengkorak pada bayi pada beberapa kasus bisa pulih dengan sendirinya. Tapi, ada pula kasus patah tulang yang menyebabkan perdarahan di otak, kejang, stroke, kerusakan otak, cacat intelektual, bahkan kematian.

Untuk itu, patah tulang di tengkorak mesti ditangani dengan serius dan terus dimonitor. Untuk penanganannya tergantung dari seberapa parah fraktur yang terjadi. Beberapa tindakan bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pendarahan yang menekan otak. Jika fraktur cukup parah hingga membuat otak memar dan bengkak, bisa saja dilakukan pengangkatan sebagian tengkorak.

Baca juga: Berbagai Masalah yang Bisa Dialami Bayi Prematur (rdn/up)

Berita Terkait