Minggu, 26 Mar 2017 14:30 WIB

Gumoh Vs Muntah Pada Bayi, Bagaimana Membedakannya?

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Gumoh atau regurgitasi merupakan kejadian yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Gumoh sering diartikan sebagai bayi yang mendapat terlalu banyak asupan ASI atau sudah kekenyangan.

Pakar kesehatan saluran cerna anak dari RS Cipto Mangunkusmo, Prog Dr dr Badriul Hegar, SpA(K), mengatakan gumoh berbeda dengan muntah. Jika gumoh merupakan kejadian normal, maka muntah merupakan penanda bayi sedang mengalami masalah di saluran cerna.

"Bagaimana membedakannya? Lihat bagaimana si bayi bereaksi. Kalau lagi baring, tenang habis menyusui tiba-tiba keluar susunya dari mulut, itu namanya gumoh. Tapi kalau bayi bayi muntah itu pasti dia tidak nyaman karena ada rasa mual dan upaya bayi untuk mengeluarkan apa yang ada di perut," tutur dr Hegar, ditemui di kawasan Mega Kuningan, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bayi Sering Gumoh, Apakah Berbahaya Bagi Kesehatannya? Ini Kata Dokter

dr Hegar mengatakan jika bayi gumoh namun tetap tenang dan tidak menangis, maka orang tua tidak perlu panik. Cukup bersihkan bagian mulut bayi agar ia tidak tersedak.

Namun jika bayi menangis, merasa tidak nyaman dan muntah secara terus menerus, tandanya bayi mengalami gangguan saluran cerna. Pertolongan pertama adalah dengan membatasi asupan ASI. Namun jika muntah berlanjut, tidak ada salahnya untuk memeriksakan bayi ke dokter.

"80 Persen bayi yang datang ke kita itu dikira muntah padahal mengalami gumoh, dan itu normal asalkan anaknya tetap happy. Karena ini kejadian fisiologis, makanya tidak ada obat untuk gumoh. Beda dengan muntah, yang artinya ada gangguan saluran cerna," paparnya lagi.

Normalnya, bayi mengalami gumoh 2 hingga 4 kali dalam satu hari. Frekuensi dan intensitas gumoh pun akan berkurang seiring pertambahan usia bayi, dan akan berkurang menjadi 1 hingga 2 kali saja per hari saat berusia 6 bulan.

Penyebab gumoh pada bayi dikatakan dr Hegar adalah kelebihan asupan ASI. Karena itu, perhatikan pola konsumsi ASI anak dan jangan selalu memberikan ASI ketika anak menangis, karena menangis belum tentu karena lapar.

"Coba juga posisi tidurnya diperbaiki dengan dimiringkan 60 derajat. Kalau masih gumoh juga lebih dari 4 kali sehari meskipun asupan ASI tidak berlebihan baru silakan dibawa ke dokter untuk diperiksa," paparnya.

Baca juga: Jangan Khawatir, Bayi Gumoh Wajar Saja Selama Bobotnya Bertambah

(mrs/vit)
News Feed