Senin, 10 Apr 2017 14:03 WIB

Video: Yuk! Bikin MPASI dengan Menu Keluarga

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: 20detik
Jakarta - Membuat Makanan Pendamping Air Susu Ibu alias MPASI tak harus menggunakan bahan makanan khusus. Sebab, menu makanan keluarga juga bisa dijadikan MPASI untuk si kecil. Namun, dalam menyiapkannya perlu diperhatikan tujuh faktor berikut ya Bunda.

Diungkapkan konselor laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dr Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI, 7 faktor yang mesti diperhatikan saat memberi MPASI adalah usia, frekuensi, jumlah, tekstur, variasi, responsif, dan kebersihan. Usia anak diberi MPASI dibagi menjadi 6-9 bulan, 9-12 bulan, dan di atas 12 bulan.

Lalu frekuensi yakni berapa kali MPASI diberikan dalam satu hari. Untuk bayi usia 6-9 bulan, MPASI diberi 2 sampai 3 kali sehari dengan 1 kali selingan. Untuk usia 9-12, MPASI diberi 3-4 kali ditambah selingan 1-2 kali. Kemudian untuk anak di atas 12 bulan, makanan utama diberikan 3-4 kali ditambah selingan 1-2 kali.

"Jumlah adalah seberapa banyak MPASI yang diberi ke bayi. Usia 6-9 bulan itu 2-3 sendok makan kemudian meningkat terus sampai kira-kira 125 ml (setengah mangkuk ukuran 250 ml). Terus usia 9-12 bulan, porsinya 125 ml lalu nambah sampai 3 per 4 mangkuk, kemudian 1 mangkuk. Untuk anak usia 12 bulan ke atas, dimulai dari porsi 3 per 4 mangkuk sampai 1 mangkuk," jelas dr Hikmah saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Makan Makanan Asin Bikin Anak 'Kecanduan', Benar atau Tidak Ya?

Faktor selanjutnya yakni tekstur atau seperti apa bentuk makanan yang diberikan ke bayi. Untuk usia 6-9 bulan, tekstur MPASI-nya lembik yaitu setelah diulek kemudian disaring. Lalu, meningkat dari disaring sampai hanya diulek saja. Nah, bagi anak usia 9-12 bulan, MPASI hanya diulek saja kemudian dicincang halus Sampai dicincang kasar. Untuk anak usia 12 bulan ke atas, bisa diberi makanan dengan tekstur cincang kasar atau yang sama dengan makanan keluarga.

Untuk variasi, ada 4 bintang yang mesti ada di makanan anak setiap kali diberikan. Empat bintang tersebut adalah karbohidrat, protein hewani, sayur dan buah, kemudian kacang-kacangan. Lalu faktor responsif adalah bagaimana cara orang tua memberi makan anak. Disarankan, tidak mengajak anak makan sambil berkeliling lingkungan atau bermain. Sebaiknya, ajak anak makan di meja makan atau makan bersama supaya dia tahu bahwa itulah waktu dia makan.

"Untuk kebersihan, ini dari aspek kebersihan ibu yaitu cuci tangan sebelum dan memberi makan, lalu kebersihan peralatan yang digunakan untuk mengolah dan memberi makanan anak. Ingat, menu kelkuarga bisa diberikan ke anak dengan catatan bukan makanan yang pedas, terlalu berminyak. Kalau santan boleh sekali-sekali," kata dr Hikmah yang juga praktik di Tiga Generasi ini.

Soal selingan, bagi anak usia 6-9 bulan bisa diberikan buah diperas, misalnya jeruk, kemudian pisang dikerik (kerik dulu bagian luarnya sedikit karena mengandung getah), atau bisa juga buah diparut tapi tidak dijus dengan blender atau sejenisnya yang membutuhkan air. Nah, untuk anak usia 9-12 bulan, selingan bisa berupa buah parut atau potong kecil dan untuk anak usia 12 bulan ke atas selingan bisa berupa buah yang dipotong kecil-kecil.

Baca juga: Begini Cara Latih Anak Agar Doyan Makan Sayur

Nah, untuk melihat bagaimana cara membuat MPASI dengan menu keluarga, simak dalam video berikut ini:




(rdn/vit)