Seperti penuturan konselor laktasi dari RSIA Bunda, dr Yolanda Safitri MPH(M), beberapa hari setelah lahir, bobot bayi pun bisa saja turun. Menurut dr Yola, ini normal asal penurunannya tidak lebih dari 10 persen berat lahir bayi.
Dikatakan dr Yola, saat di dalam kandungan bayi memiliki akumulasi lemak cokelat (brown fat) sebagai cadangan jika dia tidak mendapat ASI di awal-awal kehidupannya mengingat di awal kehidupan bayi kadang ada ibu yang produksi ASI-nya sedikit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Unik! Saat Lahir Bayi Ini Genggam IUD Ibunya yang 'Hilang'
Hal itu dia sampaikan dalam Lactamil Mama Class di RSIA Bunda, Jakarta, Sabtu (6/5/2017). Ditambahkan dr Yola, pada bayi ASI dia memang cenderung rewel karena dia lebih mudah lapar. Ini dipengaruhi jenis protein pada ASI yaitu whey yang mudah dicerna.
"Memang dia kenyangnya nggak lama, terus mau minim lagi. Kalau di susu formula, kaseinnya lebih besar, jadi lebih lambat dicerna dan bayi lebih cepat kenyang terus tidur lebih pulas," kata dr Yola.
Kondisi seperti itu, kata dr Yola, sering membuat ibu berpikir jikalau nanti ASI-nya kurang. Namun ingat, pada prinsipnya ASI diproduksi sesuai dengan jumlah yang dikeluarkan.
Baca juga: Hindari Kematian Bayi, Ibu Hamil Jangan Sampai Kekurangan Gizi (rdn/vit)











































