Selasa, 16 Mei 2017 08:06 WIB

Masih Ragu Menyusui Buah Hati? Ini Daftar Kandungan Top di ASI

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Surabaya - ASI (air susu ibu) dikatakan sebagai makanan terbaik bagi bayi bukan tanpa alasan. Dari kandungannya saja kita bisa tahu betapa ASI tak bisa ditandingi oleh minuman lainnya.

Sebagai perbandingan adalah susu sapi dan kambing, yang sama-sama dihasilkan mamalia seperti halnya manusia. Pertama, soal kandungan lemak. Di antara ketiga susu, susu kambing adalah yang mengandung lemak paling banyak, sedangkan lemak dalam ASI dan susu sapi hampir sama.

Namun untuk protein, ASI mengandung protein lebih sedikit karena ini menyesuaikan dengan ginjal bayi yang belum sempurna sehingga belum siap mencerna protein yang terlalu tinggi.

Hanya saja ASI memiliki kandungan khusus yang disebut protein whey. Protein ini berfungsi meningkatkan kekebalan bayi, sehingga mampu membantu mencegah mampirnya infeksi atau alergi pada bayi.

"Ini tidak ditemukan pada susu-susu lainnya," imbuh Maria Ulfa, S.Keb.,Bd dari RS Universitas Airlangga dalam Seminar Golden Period Development: Menggendong Bayi dengan Standar Ahli di RS Penyakit Tropis dan Infeksi Universitas Airlangga baru-baru ini.

Baca juga: Kecukupan ASI, Kunci Bayi Bisa Tidur Full 20 Jam

Kelebihan lain dari ASI adalah kandungan laktosanya. Selain jumlahnya paling tinggi, laktosa dalam ASI bersifat alami, berbeda dengan pada susu formula yang laktosanya ditambahkan. Selain laktosa, kandungan beragam vitamin dalam susu formula juga biasanya ditambahkan.

Ada pula asam lemak esensial yang tak hanya membantu tumbuh kembang bayi, tetapi juga membuat ASI lebih mudah diserap dalam pencernaan bayi.

"Makanya bayi ASI lebih mudah lapar dan menangis karena memang hanya ASI yang bisa diserap sempurna oleh bayi. Kalau bayi susu formula, nampaknya tenang padahal mungkin asupannya tidak bisa dicerna," terangnya.

Bayi yang diberi ASI juga jarang mengalami anemia atau defisiensi zat besi karena 50 persen zat besi di dalam ASI bisa diserap sempurna oleh bayi. Sedangkan zat besi dalam susu formula belum tentu bisa diserap sebanyak dari ASI. "Paling hanya 10 persen yang bisa," tambah Maria.

Menariknya, kandungan ASI dari sejak bayi dilahirkan hingga usia bayi mencapai 1 tahun akan cenderung berbeda-beda tiap harinya, sebab ini menyesuaikan sistem pencernaan si bayi.

Baca juga: Ini 'Ajaibnya' Kandungan ASI Saat Anak 1 Tahun, Masih Penuh Gizi!

Yang tak kalah penting, menyusui juga bagian dari pemberian stimulasi multisensori kepada bayi. "Mulai dari dia pegang tetek ibunya, indra perabanya bekerja. Kemudian jarak pandang dengan ibu juga lebih dekat, dia bisa mendengarkan detak jantung ibunya dan mencium aroma tubuh ibunya," urai Maria.

Begitu pula pada saat bayi menghisap dan menelan ASI. Kegiatan menghisap tersebut dikatakan merangsang perkembangan kemampuan oral bayi, di antaranya kemampuan bicara.

"Apalagi pada saat menyusui itu kan didekap, digendong dan sering dibelai, termasuk kita sering ngajak bicara. Ini juga memupuk kedekatan ibu dan bayinya secara emosional," tambahnya. (lll/vit)
News Feed