Senin, 11 Nov 2019 09:00 WIB

Berapa Porsi Makan Nasi yang Baik Tiap Hari?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Penjelasaan pakar terkait konsumsi nasi sebagai penyebab diabetes. Foto: Istock Penjelasaan pakar terkait konsumsi nasi sebagai penyebab diabetes. Foto: Istock
Jakarta - Makan nasi putih kerap dianggap menjadi faktor risiko banyak penyakit. Dengan kadar gula atau indeks glikemik tinggi, nasi putih identik dengan penyebab diabetes.

Namun, nasi putih saat ini menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia. Apakah konsumsi nasi putih menjadi berisiko buruk bagi kesehatan?

"Kita harus kembali pada prinsip seimbang, yang tidak hanya pada komponen makanan tapi juga kebutuhan kalori per satuan waktu. Porsi makan nasi harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Imam Subekti, SpD-KEMD, FINASIM, saat dihubungi detikcom baru-baru ini.


Pemenuhan kebutuhan kalori per hari adalah 15 persen pada pagi hari, 40 persen untuk siang, dan 25 persen saat malam hari. Sisa kebutuhan dipenuhi lewat snack atau ngemil sekitar 10 persen.

Menurut dr Imam, dengan membagi rata kebutuhan kalori menjamin kadar gula tetap stabil. Hal ini menekan risiko terjadi diabetes akibat kadar gula yang cepat naik dan turun. Pembagian kebutuhan kalori juga menjamin kebutuhan energi setiap saat.

"Dengan pembagian kalori, nasi masih perlu dikonsumsi saat sarapan. Selain makan sayur dan buah. Tapi porsinya jangan terlalu banyak," kata dr Imam.



Simak Video "Ternyata Ini Jumlah Kalori dalam Segelas Cheese Tea!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)