Selasa, 12 Nov 2019 09:00 WIB

Dokter di AS Lakukan Transplantasi Paru Ganda pada Korban Vape

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pria di Amerika lakukan transplantasi paru akibat vaping. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta - Dokter di rumah sakit Detroit Medical Center (DMC) telah melakukan transplantasi paru ganda pada pasiennya. Pria yang tidak diketahui identitasnya, yang merupakan pasien tersebut mengalami kerusakan pada paru-paru akibat vaping.

Terkait tindakan transplantasi, tidak ada rincian atau informasi lebih lanjutnya. Namun, pasien tersebut telah meminta tim medis yang merawatnya untuk membagikan foto dan info terbaru terkait keadaanya. Hal ini dilakukannya untuk mengingatkan kepada orang lain tentang bahaya vape bagi tubuh.


Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat mengungkapkan, sejak Maret lebih dari 2.000 orang sakit karena vape. Setidaknya, 40 orang meninggal yang terdiri dari kalangan remaja dan dewasa muda.

Dikutip dari BBC, CDC juga mengumumkan, senyawa vitamin E asetat pada cairan vape diduga menjadi penyebab utamanya. Kandungan tersebut sebelumnya juga telah menyebabkan banyak orang yang melakukan vaping jatuh sakit.

Sebagian orang yang menderita akibat vape juga mengatakan, bukan hanya bahan kimia tersebut yang berbahaya, namun juga THC (Tetrahydrocannabinol). THC merupakan kandungan aktif dalam mariyuana atau ganja yang dapat memicu penyakit pada tubuh, khususnya paru-paru.


Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)