Kamis, 27 Feb 2020 08:40 WIB

Dokter Ini Meninggal Setelah Rawat Lebih dari 3.000 Pasien COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Banyaknya jumlah orang yang postif virus corona di Wuhan membuat sejumlah lokasi disulap jadi rumah sakit darurat. Yuk, lihat aktivitas para pasien di rs itu. Salah satu dokter di China meninggal setelah rawat 3.000 pasien dalam sebulan. Foto: Chinatopix via AP Photo
Jakarta -

Seorang dokter di China bernama Dr Liu Wenxiong meninggal setelah merawat lebih dari 3.000 pasien virus corona COVID-19 dalam satu bulan. Pihak keluarga mengatakan, penyebab meninggalnya karena serangan jantung.

Dikutip dari Daily Star, serangan jantung yang dialaminya diketahui akibat stres setelah melihat dan merawat 100 pasien perharinya. Ia meninggal di usia 50 tahun pada 13 Februari lalu.

Namun, melihat kematian Dr Liu, pemerintah setempat enggan menganggapnya berhubungan dengan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan istrinya yang bernama Peng Changxian tidak memenuhi syarat untuk mengklaim asuransi, meskipun suaminya telah mengorbankan nyawanya untuk masyarakat.

Dalam catatan rumah sakit, sebelum kematiannya, Dr Liu hanya mengambil dua hari libur dan satu hari cuti sakit. Setiap harinya secara teratur, ia mengunjungi 100 pasien perhari. Bahkan jumlah yang ditanganinya jauh lebih banyak dibandingkan rekan dokter yang lain.

Berdasarkan penuturan putranya, Liu Hang, Dr Liu memang telah didiagnosis menderita penyakit jantung sejak 2017. Ia juga sering kambuh dengan rasa nyeri di dadanya.

"Dr Liu Wenxiong adalah seorang dokter yang baik. Dia memiliki standar etika, keterampilan medis yang sangat tinggi, serta menangani sebagian besar pasien wabah ini," jelas Direktur Rumah Sakit Kota Sanfutan, Zhou Huailin.

Ia dinyatakan meninggal pada pukul 6.14 pagi waktu setempat. Untuk mendapatkan haknya, pihak keluarga akan mengajukan banding pada pemerintah.



Simak Video "Jawaban Dokter Soal Proses Penularan hingga Proteksi Diri dari Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)