Jumat, 08 Mei 2020 22:01 WIB

Tentang Kleptomania yang Ramai Dibahas dalam Drakor 'The World of Married'

Lusiana Mustinda - detikHealth
Close-up of unrecognizable woman in stripped skirt hiding apple in pocket while stealing it in food store Kleptomania. Foto: iStock
Jakarta -

Kleptomania adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Seseorang dengan penyakit kleptomania ini memang kesulitan menahan keinginan untuk mencuri barang.

Kleptomania syndrome umumnya mencuri barang yang tidak ia butuhkan dan tidak berguna. Kleptomania juga disebut dengan gangguan kesehatan jiwa yang dapat menyebabkan luka batin mendalam dan orang-orang terdekat jika tidak diobati.

Berikut beberapa tanda-tanda dan gejala kleptomania yang perlu kamu tahu yang dikutip dalam Mayoclinic :

1. Ketidakmampuan untuk menolak dorongan kuat untuk mencuri barang yang tidak kamu butuhkan.

2. Merasakan ketegangan yang meningkatkan, kegelisahan atau gairah yang mengarah ke pencurian.

3. Merasakan kesenangan, kelegaan atau kepuasan saat mencuri.

4. Merasa bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu atau takut ditangkap setelah pencurian.

5. Kembalinya desakan dan pengulangan siklus kleptomania.


Orang dengan kleptomania biasanya menunjukkan karakteristik ini:

1. Tidak seperti pengutil yang umum. Orang-orang kleptomania tidak secara paksa mencuri demi keuntungan pribadi, dengan berani, untuk balas dendam atau karena pemberontakan, Mereka mencuri hanya karena dorongan itu begitu kuat sehingga mereka tidak bisa menahan.

2. Kejadian pengutilan biasanya spontan tanpa perencanaan dan tampa bantuan atau kolaborasi dari orang lain.

3. Kebanyakan orang dengan kleptomania mencuri dari tempat-tempat umum seperti toko dan supermarket. Beberapa mungkin mencuri barang milik temannya.

4. Seringkali barang yang dicuri tidak memiliki nilai bagi orang dengan kleptomania dan orang tersebut mampu membelinya.

5. Barang-barang curian biasanya disimpan, tidak pernah digunakan. Barang-barang juga dapat disumbangkan, diberikan kepada keluarga atau teman atau bahkan diam-diam dikembalikan ke tempat asal.

Kapan seorang kleptomania harus periksa ke dokter?

Jika seseorang dengan kleptomania tidak bisa berhenti mengutil atau mencuri, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Banyak penderita kleptomania tidak ingin berobat karena mereka takut akan ditangkap atau dipenjara. Namun, seorang profesional kesehatan mental biasanya tidak melaporkan penderita kleptomania ke pihak berwenang.



Simak Video "Ini Tito, Llama yang Antibodinya Diuji untuk Terapi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)