Kamis, 10 Sep 2020 12:30 WIB

DKI PSBB Lagi, Waspadai Juga Perantau Keluar-Masuk Jakarta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kampung Rawa Pasung RW 22, Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Jawa Barat, disebut sebagai kampung siaga COVID-19. Kampung ini dipenuhi mural tentang bahaya Corona. DKI PSBB lagi, waspadai juga perantau keluar-masuk Jakarta. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta tarik rem darurat. PSBB kembali diperketat 14 September mendatang. Pasalnya, kondisi rumah sakit terancam kolaps jika PSBB total tidak diberlakukan lagi.

Sebagai gambaran, 15 September mendatang jumlah tempat tidur ICU yang berjumlah 528, diprediksi akan terisi penuh. Maka dari itu, Dr Masdalina Pane Ahli Epidemiologi (PAEI) mendukung penuh penerapan PSBB total karena kasus Corona di DKI pun naik drastis selama seminggu.

Namun, Dr Pane mengingatkan penerapan PSBB di DKI Jakarta jangan sampai membuat banyak orang bersiap kembali ke daerah masing-masing. Berkaca pada masa penerapan PSBB pertama kali wabah Corona merebak.

"Hanya PSBB di Jakarta menyebabkan terjadinya ping pong transmission, mereka yang tinggal di daerah penyangga dan kota-kota di Jawa saat ini mulai bersiap untuk kembali ke daerah asalnya, pengalaman yang lalu itu meningkatkan kasus di provinsi-provinsi asal para pendatang," sebut Dr Pane saat dihubungi detikcom Kamis (10/9/2020).

Pasalnya, jika hal tersebut terjadi, penerapan PSBB lantas tidak efektif. Dr Pane khawatir saat Jakarta dibuka kembali, kasusnya akan terus naik lagi.

"Nanti setelah Jakarta dibuka kembali, kasus Jakarta naik lagi. Iya tidak selesai-selesai pandeminya," pungkasnya.



Simak Video "Dear Warga DKI, Tak Perlu Panic Buying Jelang PSBB Total Lagi..."
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)