Selasa, 20 Jul 2021 20:15 WIB

Lanjutkan PPKM Darurat, Jokowi Berharap Tekanan di RS Menurun

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta (DIY), kehabisan stok oksigen pada Sabtu (3/7). Akibatnya, 33 pasien dilaporkan meninggal dunia Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan dilonggarkan jika tanggal 26 Juli ada penurunan kasus. PPKM Darurat dilanjutkan dengan harapan COVID-19 menurun.

"Saya minta kita semuanya bisa bekerja sama bahu membahu untuk melaksanakan PPKM ini dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun," kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan langsung secara langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021) malam.

Terkait evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat selama ini, Jokowi menyinggung Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang menurun. Demikian juga dengan jumlah kasus COVID-19 yang cenderung mengalami penurunan.

"Alhamdulilah kita patut bersyukur setelah dilaksanakan PPKM Darurat, terlihat dari data penambahan kasus dan bed occupancy rate (BOR) mengalami penurunan, kita selalu memantau, memahami, dinamika di lapangan dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak PPKM," papar Jokowi.

Pelonggaran PPKM akan dilakukan jika sampai 26 Juli tren kasus terus mengalami penurunan. Pasar tradisional akan mulai diizinkan berjualan dengan kapasitas 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Jika tren kasus terus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap," kata Jokowi.



Simak Video "Pola Kepatuhan Memakai Masker Selama 3 Pekan PPKM Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)