Jumat, 12 Agu 2011 15:57 WIB

Terapi Sel T Diklaim Sembuhkan Leukemia dalam 3 Minggu

- detikHealth
Pennsylvania, AS - Leukemia biasanya disembuhkan dengan cara transplantasi sumsum tulang belakang. Tapi kini peneliti mengklaim bisa menyembuhkan leukemia dalam waktu 3 minggu dengan terapi sel T.

Dalam studi ini peneliti berhasil mengaktifkan dan mengembangbiakkan sel T yang nantinya berfungsi membunuh sel-sel kanker. Studi ini telah diujicobakan pada 3 pasien yang menderita leukemia limfositik kronis. Pengobatan ini dikenal dengan terapi transfer gen dan telah diteliti oleh ilmuwan selama 25 tahun terakhir.

Ilmuwan dari University of Cancer Centre Abramson Pennsylvania, AS mengambil sel-T dari pasien leukemia. Sel T merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang memiliki pekerjaan memerangi penyakit. Dalam banyak kasus, sel ini tidak bisa membedakan sel tumor dari jaringan sehat, sehingga kanker menyebar tak terkendali.

Sel T yang diambil ini akan diprogram ulang untuk menyerang sel-sel tumor dengan cara memasukkan protein yang disebut dengan reseptor antigen chimeric (CAR). Jika protein ini ada di permukaan sel T, maka ia akan mengikat protein dari sel tumor leukemia yang disebut protein CD19.

"Sel T ini seperti pembunuh berantai yang diinfuskan ke tubuh pasien. Ia akan berkembang biak dan membunuh ribuan sel tumor yang secara keseluruhan akan menghancurkan tumor di tubuh pasien. Dalam hal ini obat tidak bisa melakukan hal itu," ujar peneliti Prof Carl June, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (12/8/2011).

Prof Carl June menuturkan dalam waktu 3 minggu tumor dalam tubuh pasien sudah hilang. Cara ini terbilang lebih manjur daripada yang diharapkan oleh peneliti sebelumnya.

Sementara itu Dr David Grant dari Charity Leukaemia and Lymphoma Research menuturkan hasil ini bisa menjadi kabar menggembirakan. Karena terapi transfer gen untuk memperkuat sel-sel imun bisa menjadi pilihan yang jauh lebih baik dibanding obat anti-kanker lainnya.

Selain itu efek samping dari terapi CAR ini tidak seburuk kemoterapi, karena CAR hanya menargetkan sel-sel tumor dan sel B saja sedangkan jaringan normalnya tidak. Hasil studi ini telah diterbitkan dalam Journal of Medicine and Science Translational Medicine.

"Jadi hasil ini cukup menjanjikan, meski masih diperlukan lebih banyak studi untuk melihat manfaatnya secara lebih besar terhadap pasien," ungkapnya.




(ver/ir)
News Feed