Kamis, 10 Mei 2012 17:01 WIB

Risiko Infeksi di RS Lebih Mematikan Dibanding Naik Pesawat

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Salah satu alasan orang takut terbang adalah tidak ingin mati mengenaskan jika pesawatnya jatuh. Namun statistik menunjukkan, risiko kematian akibat infeksi saat dirawat di rumah sakit lebih tinggi dibanding kematian saat naik pesawat.

Tidak bisa dipungkiri, rumah sakit adalah sarang kuman sehingga di tempat itu rentan terjadi infeksi nosokomial atau infeksi baru selama perawatan. Meski bisa juga terjadi pada pengunjung, infeksi ini paling sering menjangkiti pasien yang memang kondisi daya tahan tubuhnya sedang turun.

Tidak hanya memperpanjang masa perawatan, adanya infeksi baru kadang-kadang juga memicu dampak yang lebih fatal. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), jutaan orang meninggal akibat infeksi baru di rumah sakit terutama saat berada di ruang bedah dan ICU (Intensive Care Unit).

Angka ini cukup tinggi dibandingkan risiko kematian akibat kecelakaan saat naik pesawat, yang diperkirakan hanya dialami oleh 1 dari 10 juta penumpang. Padahal risiko infeksi nosokomial bisa menimpa 1 dari 10 pasien di rumah sakit, dengan risiko kematian 1 di antara 300 pasien.

Selengkapnya, berikut ini data-data terkait infeksi nosokomial seperti dikutip dari Health24, Kamis (10/5/2012).



  1. Jutaan orang meninggal setiap tahun karena kesalahan medis serta infeksi yang terjadi di rumah sakit. Akibatnya, risiko pergi ke rumah sakit dinilai lebih tinggi daripada naik pesawat.
  2. Di negara manapun, seseorang yang masuk rumah sakit akan menghadapi risiko kesalahan medis sebesar 1:10 dan risiko kematian sebesar 1:300. Padahal saat naik pesawat, risiko kematian akibat kecelakaan hanya tejadi pada 1 dari 10 juta penumpang.
  3. Lebih dari 50 persen infeksi yang terjadi di rumah sakit bisa dicegah jika dokter dan petugas medis selalu mencuci tangan dengan alkohol sebelum menangani pasien.
  4. Data Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan bahwa setiap 100 orang yang masuk rumah sakit, 7 orang di negara maju dan 10 orang di negara berkembang akan mengalami infeksi baru saat dirawat.
  5. Makin lama dirawat di ICU (Intensive Care Unit), pasien makin berisiko mengalami infeksi.
  6. Berbagai peralatan medis tergolong rentan menularkan infeksi, seperti kateter saluran kencing dan juga ventilator (alat bantu pernapasan).
  7. Di Amerika Serikat, kasus infeksi di rumah sakit mencapai 1,7 juta kasus/tahun dan memicu 100.000 kematian. Angka ini lebih tinggi dibanding Eropa yang hanya 4,5 juta kasus infeksi/tahun dengan tingkat kematian 37.000 kasus/tahun.
  8. Di negara berkembang, risiko infeksi dalam perawatan di rumah sakit cenderung lebih tinggi. Diperkirakan 15 persen pasien di negara-negara tersebut pernah mengalaminya.
  9. Daftar pemeriksaan (checklist) keselamatan untuk peralatan bedah yang dikeluarkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sejauh ini mampu mengurangi risiko komplikasi sebanyak 33 persen, termasuk infeksi, dan juga risiko kematian sebanyak 50 persen.
  10. Jika daftar pemeriksaan itu diterapkan di seluruh dunia, diperkirakan ada sekitar 500.000 kematian/tahun yang bisa dicegah.





(up/ir)