1. Bukan alat KB hormonal
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
IUD hormonal pun hanya mengandung progestin dalam dosis rendah, bahkan lebih rendah dibanding pil-pil KB yang beredar di luaran. Jadi IUD ini pas digunakan oleh wanita-wanita yang sering bermasalah dengan efek samping pil KB seperti penambahan berat badan atau mood yang berubah-ubah.
2. Tidak menyebabkan infeksi
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Mereka juga harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan apakah IUD merupakan alat KB yang pas untuknya atau tidak.
3. Tak bisa mengendalikan jerawat
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Lagipula satu-satunya jenis pil KB yang disetujui peredarannya oleh FDA sebagai obat jerawat hanyalah 'pil kombinasi', yang mengandung estrogen sekaligus progesterone. Sedangkan Mirena IUD hanya mengandung progesterone dalam dosis rendah, sehingga tentu takkan ada efeknya terhadap jerawat.
4. Kram itu hal biasa
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Namun Bryant mengingatkan makin lama kramnya, ada kemungkinan wanita yang menggunakan ParaGard IUD makin berisiko merasakan nyeri yang lebih hebat saat menstruasi. Sebaliknya IUD hormonal justru membantu mengatasi nyeri haid dan pendarahan hebat.
5. Siklus haid akan berhenti
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Konon 20 persen pengguna IUD akan berhenti mens di tahun pertama setelah memakai IUD, 50 persen di tahun kedua dan 80 persen di tahun ketiga. "Bagi sebagian wanita ini membuatnya nyaman, tapi mungkin beberapa wanita lainnya ingin rutin haid tiap bulan," imbuh Pentlicky.
6. Karena ukurannya kecil, wajar jika jatuh
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Sayangnya tak ada cara untuk memprediksi IUD yang dipakai seorang wanita bisa bergeser atau tidak, meski telah dipasang dengan benar. Hanya saja ada beberapa pakar yang mengatakan Skyla, jenis IUD terbaru yang disetujui FDA, lebih baik dipakai wanita muda atau wanita yang belum pernah punya anak karena ukurannya lebih kecil dan memiliki tabung pemasangan yang lebih sempit.
"Tapi sekali lagi sebelum memilih IUD, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu," tegas Bryant.
7. Bisa dicabut sewaktu-waktu
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Setelah diangkat, seorang wanita bisa langsung dibuahi kembali. Dan tidak seperti pil KB, IUD tidak menghentikan ovulasi (pelepasan sel telur yang sudah matang ke indung telur dan siap dibuahi sperma).
Halaman 6 dari 8











































