Minggu, 09 Jul 2017 08:24 WIB

Tips Membangkitkan Semangat Hidup Saat Hadapi Penyakit Mematikan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Melihat orang-orang terkasih yang pergi terlebih dahulu ke alam lain tak jarang meninggalkan bekas luka di dalam hati. Bahkan mungkin saja muncul ketakutan sendiri ketika mendengar kata 'mati'.

"Kenapa kita terlalu takut dengan kematian? Padahal kematian itu adalah bukti kita sudah selesai menjalani sebuah tahap kehidupan," ujad Dr Mukhtadi El Harry, MM, dari RSPAD Gatot Subroto saat acara bulanan Cancer Information and Support Center (CISC) di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2017).

Ia menuturkan pentingnya berpikir positif agar menjalani kehidupan lebih nyaman. "Belajar jujur, ketika menghadapi kematian sebenarnya kita sedang menangis nasib kita sendiri," terang ahli farmasi yang juga berprofesi sebagai ustaz tersebut.

Baca juga: Perjuangan Leni, Jualan Kue untuk Melawan Kanker Payudara Stadium Empat

Menurutnya, dibanding ketakutan menjalani kehidupan ia mengatakan lebih baik berfokus untuk berbuat hal baik seperti berbagi dengan orang lain. Beberapa penelitian juga mendukung bahwa berbagi bisa menimbulkan rasa bahagia. "Yakinlah, bahwa sejak kita belum lahir sudah ditulibs, termasuk kapan kita dipanggil oleh Tuhan yang Maha Esa," katanya berbagi tips.

Tetapi, dituturkan olehnya, bukan berarti kita jadi berpasrah tanpa menemui dokter untuk menyembuhkan penyakit. "Berobat itu penting, namun ingat, bukan berarti kita jadi bisa memaksakan kehendak Tuhan," katanya.

Selain berpikir sehat, terus beraktivitas juga membuat seseorang mampu untuk memiliki umur yang panjang. "Kalau otak dipakai, penyakit juga hilang, jangan pernah berpikir penyakit itu suatu penyebab kematian," tambahnya.

Baca juga: Inspiratif! Kakek Ini 100 Kali Lari Maraton Meski Idap Kanker Darah Langka

(up/up)
News Feed