Otak Jacko memang dipisahkan dari raganya ketika prosesi pemakaman berlangsung pada 7 Juli 2009. Otopsi bagian otak Jacko menjadi jalan satu-satunya untuk mengungkap misteri kematiannya.Para ahli akan melakukan serangkaian tes neuropathology untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya sang legenda itu. Selama ini hanya serangan jantung yang menjadi penyebab utama dari kematian penyanyi legendaris yang menghembuskan nafas terakhir di usia 50 itu.
Pemeriksaan pada otak Jacko diharapkan bisa mengungkap obat-obatan apa saja yang pernah dipakainya. Apakah sebelumnya ayah tiga anak itu pernah overdosis atau mengidap penyakit lainnya juga bisa diketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kabar yang didapat dari Dr. Sanjay Gupta, kepergian Michael kemungkinan karena obat anastetik atau obat penenang seperti diprivan karena Jacko diketahui memiliki masalah tidur.
Obat diprivan yang dikenal dengan nama generiknya propofol bekerja pada sistem saraf pusat, namun obat tersebut sebenarnya belum dapat direkomendasikan untuk membantu masalah gangguan tidur.
"Obat itu bekerja pada otak, biasanya dapat membawa pengaruh tidur untuk otak," ujar Dr. Zeev Kain, kepala departemen University of California Irvine.
Kain menegaskan, jika ingin menggunakan obat tersebut sebaiknya ada orang lain yang memonitor, karena propofol dapat memicu koma.
Dr. Rakesh Marwah dari Stanford University School of Medicine pun mengatakan bahwa pengunaan obat tersebut dapat mengarah pada penyakit jantung, yang memang santer diberitakan sebagai penyebab kematian Jacko.
"Propofol memperlambat detak jantung, kecepatan bernafas dan juga fungsi organ tubuh. Kurangnya karbondioksida yang keluar dari tubuh serta sediktnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan jantung berhenti mendadak," ujarnya.
Polisi Los Angeles pun sudah menginterogasi kardiolog Jacko, Dr. Conrad Murray yang dicurigai meresepkan obat tersebut. Namun hasilnya belum dapat dipastikan apakah Murray bersalah atau tidak.
Michael Jackson memang diketahui memilki masalah gangguan tidur, dan ia pun pernah meminta beberapa obat tidur bahkan narkoba dari para dokternya.
"Saya hanya ingin bisa tidur, Anda tidak akan mengerti. Saya merasa kesakitan. Saya hanya ingin dapat tertidur ketika pintu kamar tertutup atau palu diketuk," ujar Michael pada Dr. Deepak Chopra, seorang dokter dan penasehat spiritual yang biasa ditemui Jacko beberapa saat sebelum kepergiannya.
Semoga misteri kepergiannya dapat benar-benar terungkap melalui otaknya.












































