Laporan dari General Accountability Office (GAO) juga menemukan bahwa badan pengawan makanan dan minuman AS (FDA) hanya punya sedikit kekuatan untuk mengatur keamanan air dalam kemasan. Pemerintah AS lebih konsentrasi pada keamanan air keran.
Hal tersebut diungkapkan berdasarkan laporan kongres AS seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/7/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jane Houlihan dari Environmental Working Group, sebuah organisasi advokasi mengatakan banyak orang berasumsi bahwa air mineral kemasan lebih sehat dan aman untuk diminum dibandingkan dengan air keran biasa.
"Beberapa perusahaan air kemasan juga mengklaim bahwa produknya lebih murni dan sehat tapi itu tanpa didukung oleh data-data publik," kata Houlihan.
Anggota kongres Bart Stupak mengatakan rakyat Amerika bersedia membayar ribuan dolar untuk air dalam kemasan tersebut, yang menghabiskan hingga 1.900 kali lebih banyak dibanding air keran dan menggunakan energi lebih dari 2.000 kali untuk memproduksi dan membawanya.
"Lebih dari beberapa tahun yang lalu, air kemasan telah ditarik kembali akibat terkontaminasi oleh arsenik, brom, komponen yang tidak bersih, jamur, dan bakteri. Pada bulan April belasan siswa SMP di California dilaporkan sakit setelah meminum air kemasan yang dijual bebas," katanya.
Mengutip pernyataan CEO International Bottled Water Association, Joseph Doss bahwa Amerika mengkonsumsi 8,7 juta galon (33 juta liter) pada tahun 2008, yang berarti setiap orang mengkonsumsi 28,5 galon (108 liter). Konsumsi air kemasan setengah dari konsumsi minuman soda, dan sedikit lebih tinggi dibanding susu dan bir.
GAO menemukan bahwa FDA tidak mengatur komponen yang disebut dengan DEHP yang terdapat dalam air kemasan. The Environmental Protection Agency mengatur kadar DEHP atau dikenal dengan ftalat yang dihubungkan dengan beberapa risiko kesehatan dalam air keran saja.












































